Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Tersangka Korupsi Tulis Surat Terbuka Hingga Dugaan Fee Rp1,8 M, Ini Kata Kapolres Gayo Lues

  • Bagikan
Tersangka Korupsi Tulis Surat Terbuka Hingga Dugaan Fee Rp1,8 M, Ini Kata Kapolres Gayo Lues thumbnail

BLANGKEJEREN – Salah satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi uang makan minum hafiz tahun 2019 di Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan negara Rp 3,7 miliar, menulis surat terbuka. Isinya ada setoran diduga fee proyek senilai Rp1,8 miliar hingga uang kontrak Rp200 juta.

Surat terbuka ditandatangani di atas materai 6000 itu, ditulis Syahrul Huda alias Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sumber Daya Santri pada Dinas Syariat Islam Kabupaten Gayo Lues tahun 2019. Surat bertanggal 22 April 2021 yang tersebar melalui pesan WhatsApp itu berisi tentang keberatan Apuk dijadikan tersangka yang sedang ditangani Polres Gayo Lues.

“Jadi kenapa yang terkait lainya tidak dijadikan tersangka, seperti PPK selaku pengguna anggaran, bendahara, Pokja dan rekanan lainnya. Sedangkan aliran dana tersebut yang saya ketahui mengalir dari rekanan alias kontraktor/Luk memberikan kepada bendahara atas nama Za yang diserahkan sebesar Rp1.800.000.000, yang saya ketahui dari bukti ucapan rekaman saudara Luk,” bunyi surat tersebut.

Dalam surat yang ditembuskan kepada Kapolri, Kabid Propam, dan KPK RI itu juga disebutkan bahwa Luk yang kini menjadi tersangka–mengatakan kepada Apuk, Pokja meminta uang kontrak sebesar dua persen yakni Rp200 juta, yang menerima adalah MK selaku Pokja.

“Menurut keterangan ini, jadi saya merasa tidak ada keadilan bagi saya dalam melakukan pemeriksaan. Apabila terjadi demikian, saya akan segera membuat surat kepada Kapolda, Kapolri, Propam Polri dan KPK RI,” tulisnya.

Sementara itu, Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, Rabu, 28 April 2021, saat konferensi pers mengatakan kasus dugaan korupsi uang makan minum hafiz Dinas Syariat Islam masih dilakukan penyidikan, dan akan ada lagi yang dipanggil.

“Menyangkut fee proyek sebesar Rp1,8 miliar, ada atau tidak, kami belum bisa memberikan keterangan karena untuk saat ini masih dalam proses penyidikan,” tutur Kapolres.

Yang jelas, kata Kapolres, hingga hari ini sudah 20 orang yang dipanggil terkait kasus dugaan korupsi uang makan minum hafiz tahun 2019 tersebut, dan prosesnya juga memakan waktu hingga satu tahun sejak awal 2020 hingga awal 2021.

“Kemungkinan kami panggil ada, masalah dijadikan tersangka atau tidak, itu nanti, ya. Dan mengenai surat terbuka tersangka, kami juga ada terima melalui pesan WhatsApp. Itu hak beliau membuat surat terbuka, silakan saja. Kalau secara langsung belum ada kami terima, dan itu menjadi bahan kami mengumpulkan keterangan,” ujar Kapolres.[]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *