Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Gekrafs dorong masjid di Aceh jadi pusat pertumbuhan ekraf

  • Bagikan
Gekrafs dorong masjid di Aceh jadi pusat pertumbuhan ekraf thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh mendorong agar masjid di daerah Tanah Rencong itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf), dalam upaya percepatan pertumbuhan daya saing produk ekraf.

Ketua Gekrafs Aceh Mahfudz Y Loethan di Banda Aceh, Selasa, mengatakan gagasan itu telah disampaikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno saat berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu. Ia meminta dukungan agar produk ekraf Aceh berdaya saing dan memiliki akses ke pasar nasional maupun global.

“Banyak hal kami yang sampaikan kepada Bang Sandi terkait postur kekinian ekonomi kreatif di Aceh, mulai dari ekosistemnya, sumber daya manusia dan gagasan-gagasan memajukan 17 subsektor ekonomi kreatif di Aceh,” kata Mahfudz.

Kepada Menparekraf, Gekrafs Aceh meminta arahan dan dukungan untuk menjadikan masjid di provinsi paling barat Indonesia itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan juga berharap agar masjid di Aceh dipersiapkan dengan baik masuk dalam era digitalisasi.

“Kita melihat sebagai provinsi syariat di Indonesia, masjid di Aceh memiliki ruang sangat terbuka dalam pengembangan geliat ekonomi kreatif. Masjid tidak hanya dijadikan sarana ibadah saja, tapi bisa tumbuh menjadi episentrum kebangkitan ekonomi umat, terutama pada subsektor ekonomi kreatifnya,” katanya.

Mahfudz mencontohkan seperti Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh yang memiliki merek (brand) fasyen muslim, meluncurkan beragam jenis pakaian mulai dari baju kurta, jubah, kaos bertema masjid, aneka kerajinan tangan seperti miniatur masjid, sajadah bergambar masjid serta produk kreatif lain yang dapat dijual ke pasar global, baik offline maupun online.

Kemudian, kata dia, sudah saatnya masjid masuk ke era digitalisasi dengan memproduksi konten dakwah lewat video dan desain grafis, mengelola sosial media dengan baik sehingga dapat menjadi media komunikasi dengan jamaah, media dakwah serta sarana menjual produk kreatif yang Islami.

“Kita juga berharap masjid punya aplikasi yang mendukung jamaah mendapat kemudahan dalam berinfag secara online dan mendapat informasi seperti jadwal kajian dan hal lainnya,” katanya.

Seperti diketahui, Sandiaga Uno berkunjung ke Aceh pada 1-2 Mei lalu, dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh di tengah pandemi COVID-19.

Sandiaga sebagai Ketua Dewan Pembina Gekrafs menyambut baik gagasan menjadikan masjid sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif, sehingga dia meminta agar Gekrafs Aceh untuk merumuskan dengan kongkret untuk dilaksanakan.

Menurut Sandiaga Aceh harus menangkap peluang tersebut, apalagi Aceh menjadi salah satu destinasi wisata halal menuju kelas dunia.


 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *