Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Perbudakan Masih Ada Juga di AS, Pengadilan Hukum Pria Kulit Putih, Bayar Korban Rp 8 Miliar

  • Bagikan
Perbudakan Masih Ada Juga di AS, Pengadilan Hukum Pria Kulit Putih, Bayar Korban Rp 8 Miliar thumbnail

SERAMBINEWS.COM, CAROLINA – Seorang pria kulit hitam yang diperbudak oleh bos kulit putihnya selama 5 tahun diwajibkan membayar kompensasi 546.000 dolar AS atau sekitar Rp 8 miliar.

Seorang pria kulit hitam dengan disabilitas intelektual diperbudak oleh pemilik restoran di Carolina Selatan.

Dilansir NBCNews, Senin (4/5/2021), pada 2019, Bobby Paul Edwards, pemilik J&J Cafeteria di Conway, Carolina Selatan, mengaku bersalah atas satu dakwaan kerja paksa.

Karena memaksa seorang pria Afrika-Amerika dengan disabilitas intelektual bekerja berjam-jam di restoran tanpa bayaran, dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Departemen Kehakiman mengatakan dalam siaran persnya saat itu.

Baca juga: Pelaku Penembakan di Los Angeles Memiliki Gudang Senjata di Rumah, Korban Warga Asia

Sebagai bagian dari penyelesaian, Edwards juga diperintahkan untuk membayar John Christopher Smith 273.000 dolar AS dalam bentuk gaji yang belum dibayar dan kompensasi lembur.

Edwards memaksa Smith untuk bekerja lebih dari 100 jam seminggu tanpa bayaran.

Dia juga akan memukulinya dengan sabuk, tinju, serta panci dan wajan, kata siaran pers tersebut.

Pada 21 April 2021, Pengadilan Banding Sirkuit ke-4 memutuskan Smith berhak menggandakan jumlah itu, yaitu 546.000 dolar AS.

Baca juga: Indianapolis Diguncang Penembakan Brutal, Delapan Orang Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

Pengadilan mengatakan pengadilan distrik tidak memperhitungkan dengan benar undang-undang ketenagakerjaan federal ketika membuat keputusan tentang kompensasi.

“Upah minimum dan kompensasi lembur harus dibayarkan pada basis saat ini saat pekerjaan selesai,” kata pengadilan.

“Seorang karyawan menerima kompensasi yang ditentukan tanpa penundaan,” ujarnya.

“Ketika majikan gagal membayar jumlah tersebut, karyawan menderita kerugian, termasuk hilangnya penggunaan dari uang itu selama periode penundaan, “kata pengadilan dalam arsipnya.(*)

Baca juga: Penembakan di California Tewaskan 4 Orang, Termasuk Seorang Anak, Insiden Ketiga dalam Tiga Minggu

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *