Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Wali Kota minta operasi ketupat Seulawah kawal warga taat prokes

  • Bagikan
Wali Kota minta operasi ketupat Seulawah kawal warga taat prokes thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta operasi ketupat Seulawah 2021 memfokuskan mengawal warga agar taat terhadap protokol kesehatan (prokes).

“Ada beberapa fokus menghadapi Idul Fitri nanti saya minta kepada tim. Pertama jalan raya, yaitu membuat aktivitas warga Banda Aceh khususnya lancar, aman dan nyaman,” kata Aminullah Usman, di Banda Aceh, Rabu.

Aminullah mengatakan, hari raya Idul Fitri kali ini masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19 dan peningkatan angka positif. Tim yang tergabung dalam operasi Ketupat Seulawah diminta agar bersinergi dan bersiaga guna menekan angka penyebaran COVID-19. 

Aminullah juga meminta Dinas Kesehatan Banda Aceh dan Aceh Besar harus merancang strategi khusus dalam mewaspadai lonjakan COVID-19 saat hari lebaran, mulai dari tes usap secara random hingga pada proses isolasi mandiri. 

Dalam rangka takbiran, wali kota juga meminta agar tidak ada pembakaran petasan atau merecon.

“Takbir keliling ditiadakan mengingat dapat mengundang kerumunan dan menyebabkan lonjakan kasus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolresta Banda Aceh AKBP Satya Yudha Prakasa mengatakan sesuai surat edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran COVID-19, Polresta Banda Aceh menggelar operasi terpusat dengan sandi Ketupat Seulawah 2021 mulai dari 6 sampai 17 Mei 2021. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah,” kata AKBP Satya Yudha Prakasa. 

Ia menerangkan cara bertindaknya dengan cara mengoptimalkan fungsi pencegahan seperti sosialisasi menunda kepulangan sementara periode 6 -17 Mei, dan pembatasan kegiatan sosial dan pembatasan mobilitas masuk pendatang. 

“Kemudian fungsi penanganan seperti testing, tracing, treatment, karantina mandiri, pemberlakuan karantina wajib, selanjutnya fungsi pembinaan,” ujarnya. 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *