Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Dana Desa di Pidie Terkendala APBG

  • Bagikan
Dana Desa di Pidie Terkendala APBG thumbnail

SIGLI – Pencairan dana desa untuk ratusan gampong di Pidie dilaporkan lambat menyusul belum rampungnya APBG 2021. Akibat keterlambatan itu menyebabkan bantuan langsung tunai (BLT) sejak Januari 2021 belum diterima oleh ribuan keluarga penerima manfaat (KPM).

Kecuali itu, beragam masalah juga terjadi di gampong dari persoalan sumber daya manusia (SDM) perangkat gampong, dan belum dibuatnya laporan pertanggungjawaban hingga menjadi polemik keuchik dengan tua peut.

Data diterima Serambi, Rabu (5/5/2021), mencatat 1.096 gampong tersebar di delapan kecamatan dari total 23 kecamatan di Pidie. Delapan kecamatan yang sudah menyalurkan BLT adalah Indrajaya 56 KPM, Kembang Tanjong (107), Mutiara (81), Padang Tiji (186),  Sakti (106), Tangse (167), Keumala (277), dan Glumpang Baro sebanyak 53 KPM.

Tenaga Ahli Infrastruktur Desa, Ibrahim Syamaun ST kepada Serambi, Rabu (5/5/2021), mengatakan, saat ini guna percepatan penyelesaian anggaran pendapatan belanja gampong (APBG) 2021 terus dipacu. Caranya dengan  mengintruksikan pendamping desa agar bekerja keras mendampingi perangkat gampong dalam penyelesaian APBG.

Dikatakan, adanya beberapa kendala teknis di gampong sehingga penyelesaian APBG mengalami keterlambatan. Antara lain, perangkat gampong belum dibuatnya laporan keuangan pertanggung jawaban (LKPJ) ke masyarakat umum. Sehingga, menjadi kendala dalam penandatanganan berkas APBG oleh tuha peut gampong. 

Lalu, sebagian gampong yang masih terikat dengan pihak ketiga karena mengupahkan pembuatan APBG. Kecuali itu, adanya sebagian gampong mengalami kendala di kabupaten dan Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) dalam proses perubahan rekening bank konvesional kepada syari’ah.

” Ada juga gampong tidak cukup dana untuk BLT selama 12 bulan. Hal ini akibat terjadi  lonjakan penerima BLT bersumber dari dana desa,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total penerima BLT 2021 tersebar di 730 gampong di Pidie belum diketahui. Hal ini mengingat belum semua gampong menyalurkan BLT yang merupakan program pemerintah. Sementara penerima BLT tahun 2020 mencapai 39.000 KPM. “Saat ini, BLT yang sudah disalurkan 1.100 KPM,” pungkasnya.

Harus Kerja Keras

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Muti’in MSi kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, saat ini baru 200 gampong di Pidie sedang proses penyelesaian APBG 2021. Artinya, jumlah gampong yang sudah menuntaskan dokumen lebih banyak.

” Jumlah gampong yang menyelesaikan berkas setiap hari terus bertambah. Kami terus memberi intruksi kepada camat supaya mempercepat penyelesaian APBG,” jelasnya.

Menurutnya, dengan cepatnya penyelesaian APBG sehingga penyaluran BLT akan dilakukan lebih cepat lagi. Untuk itu, perangkat gampong harus bekerja keras untuk menyelesaikan APBG 2021.(naz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *