Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Selain Pembatasan Kegiatan, Pemko Lhokseumawe Juga Tiadakan Pawai Takbir dan Larang Penjualan Mercon

  • Bagikan
Selain Pembatasan Kegiatan, Pemko Lhokseumawe Juga Tiadakan Pawai Takbir dan Larang Penjualan Mercon thumbnail

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Selain Pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengingat situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 belum berakhir.

Pemerintah Kota Lhokseumawe juga meniadakan Pawai Takbir pada malam Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Selain itu Pemko dengan tegas melarang warga membakar petasan dan kembang api pada malam lebaran nanti.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya telah menandatangani surat edaran  Nomor : 100/ 677/2021, Selasa 3 Mei 2021.

Hal tersebut diberlakukan ditengah masyarakat khususnya di Kota Lhokseumawe, sehubungan dengan masih adanya tingkat penyebaran Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Sesuai dengan data Satgas Covid-19, maka perlu diambil langkah tegas untuk mencegah kerumunan masa. Karena dengan adanya kerumunan masa akan dapat mempercepat penularan dan hal ini tidak diinginkan terjadi oleh semua pihak,” tegas Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kepada Serambinews.com, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Miris! Pinggir Jalan Keluar Utama Pusat Kota Lhokseumawe Penuh Sampah, Bau Busuk Menyeruak

Baca juga: Panduan Shalat Idul Fitri 2021 dari Kementerian Agama, Boleh di Lapangan atau Masjid, Ini Syaratnya

Baca juga: Suami Tembak dan Bakar Istri Hidup-hidup, Pelaku Baru Keluar dari Penjara Karena Kasus KDRT

Ia menekankan, mengingat akan tibanya hari Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, maka Pemerintah Lhokseumawe menerapkan PPKM ditengah masyarakat.

Antara lain tidak mengumpulkan massa untuk melakukan pawai akbar takbir keliling baik dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun dengan berjalan kaki pada setiap lorong-lorong dan jalan raya.

Meski pun demikian, mengingat mayoritas masyarakat Aceh khususnya Kota Lhokseumawe beragama Islam, maka suara takbir harus tetap bergema yang dapat disemarakan dirumah masing-masing, masjid, musalla, meunasah.

“Namun untuk dirumah ibadah hanya boleh dilakukan oleh pengurus Takmir Masjid, meunasah dan musalla, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” terang Suaidi.

Baca juga: Cerita Pemudik Berangkat 3 Mei Dari Jakarta Hendak ke Aceh, Tiba di Asahan Disuruh Putar Balik

Baca juga: Jadwal Liga Europa Dini Hari Nanti, Tandang ke Markas AS Roma, Paul Pogba Ingatkan Manchester United

Baca juga: Rindu Sangat Berat, Wanita Ini Langsung Menangis dan Peluk saat Melihat Perempuan yang Mirip Ibunya

Bahkan sambungnya, penyemarakan takbir juga dapat dilakukan melalui media elektronik dan media digital lainnya, karena lebih efektif aman dan tidak timbulkan kerumunan masa.

Walikota juga menyebutkan masih terkait dengan penerapan PPKM di Kota Lhokseumawe, bahwa pemerintah juga melarang aktifitas penjualan mercon atau petasan, dan kembang api dalam menyambut hari raya Idul Fitri tahun ini.

Kemudian, tambah Suaidi, petugas perbatasan check point akan melakukan upaya mencegah adanya kegiatan pawai takbir keliling dari luar kota agar tidak memasuki zona wilayah teritorial Kota Lhokseumawe.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *