Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Temui gubernur, buku sejarah Habib Muda Seunagan akan disebar ke sekolah di Aceh

  • Bagikan
Temui gubernur, buku sejarah Habib Muda Seunagan akan disebar ke sekolah di Aceh thumbnail

Aceh Barat (ANTARA) – Anggota DPRA Teuku Raja Keumangan menyatakan buku sejarah perjuangan Abu Habib Muda Seunagan akan disebar ke setiap sekolah di Aceh.

“Tujuan dari penyebaran buku Abu Habib Muda Seunagan atau dikenal sebagai Abu Peuleukung ini, agar generasi muda tahu sejarah tentang sosok salah satu ulama Aceh yang gigih memperjuangkan dan merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah Belanda,” kata Teuku Raja Keumangan di Banda Aceh,Jumat.

Katanya di sela-sela menyerahkan buku terkait tentang seorang ulama kharismatik Aceh yang juga pejuang kemerdekaan Republik Indonesia kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Ia menjelaskan buku setebal 412 halaman tersebut akan dicetak ulang dan akan disebar ke seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Buku tersebut berisi tentang sejarah hidup dan perjuangan Abu Habib Muda Seunagan, membahas soal ajaran agama Islam, zikir, politik serta sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda di Aceh.

Tidak hanya itu, di dalam buku tersebut juga menceritakan bagaimana ayahanda Abu Habib Muda Seunagan yakni Habib Syaikhuna Muhammad Yasin dalam melawan penjajah Belanda, sehingga sang ibu gugur sebagai syuhada dalam peperangan.

Teuku Raja Keumangan, juga menceritakan sosok Abu Habib Muda Seunagan ikut serta membela masyarakat Aceh yang tidak terlibat dengan pemberontakan PKI, serta kegigihan Abu Habib Muda Seunagan dalam menghadapi pemberontakan DI/TII di Aceh.

“Buku ini menarik dibaca sebagai ilmu pengetahuan sejarah bagi generasi muda di Aceh, agar kalangan millenial tahu tentang sejarah dan salah satu ulama di Aceh,” kata Teuku Raja Keumangan.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah seusai menerima pemberian buku Abu Habib Muda Seunagan mengatakan, dirinya mendukung agar buku tersebut disosialisasikan kepada kalangan generasi muda di Aceh.

Menurutnya, buku tersebut dinilai penting disebarluaskan ke sekolah yang ada di Aceh, karena dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi muda, sekaligus memberikan ilmu pengetahuan sejarah dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *