Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Forkopimda sepakati pasar Peunayong pindah ke Al-Mahirah

  • Bagikan
Forkopimda sepakati pasar Peunayong pindah ke Al-Mahirah thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh telah menyepakati relokasi pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin.

“Dijadwalkan, proses relokasi akan dilakukan pascalebaran, tepatnya pada 24 Mei 2021,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, di Banda Aceh, Sabtu.

Kata Aminullah, relokasi pasar Peunayong merupakan program pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan, dan telah direncanakan sejak lama. 

“Program ini akan memberi multiplier effect, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, mendukung program pembangunan kawasan PPS Kutaraja, dan menjadikan Peunayong sebagai kawasan heritage dan water ront city,” ujarnya.

Wali kota juga memastikan sarana dan prasana yang dibutuhkan di Pasar Al-Mahirah telah disiapkan. 

Pasar terpadu baru di Lamdingin mampu menampung para pedagang pasar Peunayong yang terdiri dari pedagang ikan, daging, sayur serta buah-buahan, serta pedagang dari pasar Lapangan SMEP.

Kalau untuk pasar sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman di situ. Kondisinya sudah sangat sempit, kumuh, kotor, dan tidak sehat. Ke depan, akan kita jadikan kawasan pusat kuliner dan di samping fungsi utamanya sebagai kawasan perdagangan untuk usaha kelontong dan fashion,” kata Aminullah.

Aminullah juga menyebut seluruh proses relokasi dilakukan secara transparan. Semua kebijakan relokasi telah di-publish melalui media, diinformasikan melalui surat tertulis, dan telah dikomunikasikan dengan baik kepada pengurus pasar dan pedagang. 

“Alhamdulillah, mayoritas hampir seluruhnya mendukung,” ujarnya. 

Aminullah menegaskan, tidak ada kepentingan pejabat atau pihak tertentu terkait pemindahan pasar Peunayong, sebagaimana tudingan sejumlah oknum. 

“Semua kita lakukan untuk Kota Banda Aceh yang lebih baik, untuk kemaslahatan bersama. Tudingan itu sangatlah tidak mendasar. Justru sangat tendesius dan provokatif, serta tidak didukung bukti yang otentik. Termasuk berita fitnah atau bohong itu,” demikian Aminullah.


 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *