Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Kasus Dugaan Korupsi Jalan Muarasitulen – Gelombang Rp 4 Miliar, Begini Kata Kepala BPKP Aceh

  • Bagikan
Kasus Dugaan Korupsi Jalan Muarasitulen - Gelombang Rp 4 Miliar, Begini Kata Kepala BPKP Aceh thumbnail

Laporan Asnawi Luwi |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dugaan korupsi pekerjaan jalan Muarasitulen Gelombang di Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2018 Rp 4 miliar lebih dari total anggaran Rp 11,6 miliar lebih pada Dinas PUPR Aceh bersumber dari Dana Otsus Aceh.

Kasus korupsi ini sebelumnya sempat ditangani pihak Kejari Aceh Tenggara, namun, diambil alih oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

“Perhitungan Kerugian Keuangan  Negara (PKN) atas pembangunan jalan Muarasitulen – Gelombang di Aceh Tenggara sudah selesai.

Kasus ini modusnya dengan cara pengalihan sebahagian lokasi pekerjaan dan penurunan kualitas pekerjaan jalan Muarasitulen Gelombang Agara sehingga total kerugian negara Rp 4 miliar lebih,” ujar Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) BPKP Aceh, Indra Khaira Jaya, kepada serambinews.com, Minggu (9/5/2021).

Menurut Indra Khaira Jaya, progresnya (Jalan Muarasitulen Gelombang) saat ini sedang proses finalisasi pelaporan di tingkat pimpinan di internal BPKP Aceh.

Seperti diketahui sebelumnya, Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menahan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan jalan Muarasitulen – Gelombang di Aceh Tenggara (Agara), Senin (15/3/2021).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Dr Muhammad Yusuf SH MH melalui Kasi Penkum Kejati Aceh, H Munawal Hadi SH MH kepada Serambinews.com, Senin (15/3/2021), membenarkan, empat orang tersangka kasus dugaan korupsi peningkatan jalan Muarasitulen-Gelombang Aceh Tenggara ditahan.

Kata dia, setelah melakukan serangkaian penyidikan terhadap kegiatan peningkatan jalan Muara Situlen-Gelombang, Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2018, tim jaksa penyidik Kejati Aceh akhirnya menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut.

Ke empat orang tersangka yang kini ditahan itu masing-masing adalah, Jun selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) peningkatan jalan Muara Situlen – Gelombang.

Kemudian Syu, PPTK UPTD V Aceh Tenggara pada proyek peningkatan jalan Muara Situlen – Gelombang, Kha selaku Direktur Utama CV Beru Dinam, dan terakhir yakni Kar yang merupakan Direktur Utama PT Pemuda Aceh Konstruksi.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(*)

Baca juga: Ternyata, Buah Naga Bermanfaat untuk Penderita Diabetes, Simak Ulasan dan Cara Mengolahnya

Baca juga: Bakal Jadi Nenek, Reaksi Krisdayanti Nangis Terharu Dikabari Aurel Hermansyah Hamil Anak Pertama

 Airlangga Hartarto Lantik Pengurus LKI DPP Golkar, Sebagai Ujung Tombak Memenangkan Partai 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *