Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Penyekatan perbatasan berkah bagi pedagang pakaian

  • Bagikan
Penyekatan perbatasan berkah bagi pedagang pakaian thumbnail

Subulussalam (ANTARA) – Pemberlakuan larangan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah dan penyekatan perbatasan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara ternyata membawa berkah bagi pedagang pakaian di Pasar Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.

Zulkifli, pedagang pakaian pria di Pasar Kota Subulussalam, Senin, mengatakan penyekatan perbatasan memberikan berkah bagi mereka. Pasalnya, masyarakat yang selama ini berbelanja pakaian lebaran ke Medan Sumatera Utara, harus mengurungkan niatnya karena penyekatan.

“Jadi mereka, belanja di sini. Ini kan suatu berkah juga bagi kami. Omzetnya cukup lumayan jika dibandingkan tahun sebelumnya, waktu awal-awal COVID-19,” kata Zulkifli.

Dia menuturkan, untuk masalah model cukup bervariasi dan kekinian. Kemudian, terkait dengan harga yang ditawarkan cukup kompetitif, tergantung dengan kualitas bahan dan merek. 

Zulkifli juga tidak menampik selama pandemi pendapatan masyarakat sedikit terganggu. Setiap pedagang biasanya memiliki pelanggan tetap. Berdasarkan pengamatannya, pandemi COVID-19 telah membuat berkurangnya penghasilan masyarakat. 

“Untuk mengakali kondisi keuangan yang tidak stabil, para pelanggannya mengurangi jumlah pembelian. Misalnya selama ini beli pasang, dikurangi satu pasang saja,” tuturnya.

Muhammad Hilmi, pembeli dijumpai di Pasar Kota Subulussalam mengatakan biasanya setiap lebaran dia memilih berbelanja pakaian di Medan, Sumatera Utara. Sebab, jarak tempuh dari Subulussalam ke Medan relatif dekat dan model yang disediakan jauh lebih beragam.

“Sebenarnya sama saja mau belanja di mana, tapi Medan harganya jauh lebih murah, apalagi kalau di pusat grosir. Namun demikian, kami harus tetap mengindahkan peraturan yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Hilmi.

Selama pandemi ini, kata Hilmi, berbelanja secara online juga menjadi alternatif. Akan tetapi, karena sudah mendekati lebaran biasanya pengangkutan ekspedisi menjadi lebih padat dan barang bisa saja sampai setelah lebaran

“Jadi, kami tidak mau mengambil risiko berbelanja secara daring karena khawatir barang yang diberi sampai setelah hari raya. Jadi, beli langsung saja di pasar,” kata Muhammad Hilmi.


 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *