Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Ini permintaan Gubernur Aceh ke BMKG

  • Bagikan
Ini permintaan Gubernur Aceh ke BMKG thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat memperkuat sistem penyebaran informasi prakiraan cuaca dengan memanfaatkan media sosial sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkannya.

“Informasi sifatnya ringan diberikan inovasi, misalnya dengan memanfaatkan media sosial untuk menginformasikan cuaca, sehingga masyarakat khususnya anak muda lebih melek dengan BMKG,” kata dia di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela menerima kunjungan silaturahim jajaran BMKG Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Ia menjelaskan hingga saat ini, pengetahuan dan interes masyarakat seputar BMKG masih belum masif, bahkan anak muda masih belum memberikan perhatian terhadap BMKG.

Oleh karena itu, BMKG harus lebih banyak membentuk forum yang bersifat mengajak masyarakat untuk sadar tentang cuaca melalui BMKG.

“Kalau masyarakat sudah ‘concern’ terhadap cuaca, seperti setiap pergerakan mereka ngecek cuaca sudah masif, maka itulah tingkat sukses BMKG sudah optimal, sebab salah satu indikator negara maju masyarakatnya ‘concern’ terhadap cuaca,” kata Nova.

Kepala BMKG Aceh Nasrol Adil mengatakan Aceh memiliki potensi besar cuaca ekstrem, karena secara geografis terletak di Samudera Hindia dan Teluk Benggala, sehingga BMKG mencatat kerap kali siklon tropis memasuki wilayah koordinat yang menyebabkan banjir dan angin kencang di wilayah Aceh.

Namun demikian, saat ini BMKG Aceh sering mengalami kesulitan mendeteksi karena hanya memiliki satu radar cuaca di Banda Aceh yang mana cakupannya hanya sampai Aceh Barat, sedangkan Aceh bagian tengah, timur, dan tenggara belum bisa terjangkau.

Untuk menjangkau semua wilayah Aceh, kata dia, membutuhkan penambahan satu radar cuaca, di tempatkan di Bener Meriah atau Aceh Tengah.

Ia mengatakan peralatan sensor hujan dan iklim itu berguna untuk semua kalangan, seperti penentuan perencanaan pembangunan PUPR dan pertanian, sehingga bisa menetapkan kalender pembangunan dan tanam dengan penyesuaian terhadap iklim

“Kami meminta dukungan Bapak Gubernur untuk dapat menjadikan kami salah satu instansi pendukung bagi pembangunan, baik itu secara fisik maupun nonfisik,” katanya.

BMKG Aceh juga memiliki program kegiatan pendidikan bagi nelayan, di mana nelayan akan mempelajari bagaimana menganalisis cuaca alam sebelum pergi melaut dan mengetahui titik keberadaan ikan sehingga mereka bisa mendekati lokasi tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *