Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

10 kepala keluarga korban kebakaran lebaran di tenda darurat

  • Bagikan
10 kepala keluarga korban kebakaran lebaran di tenda darurat thumbnail

Aceh Tamiang (ANTARA) – Sepuluh kepala keluarga (KK) warga Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang menjadi korban kebakaran terpaksa berlebaran di tenda darurat di saat orang lain bersuka cita merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kami lebaran tenda. Tadi malam sudah tidur di sini, tapi banyak kali nyamuk, Pak, enggak bisa tidur kami,” kata sSarah, korban kebakaran di Aceh Tamiang, Jumat.

Ke-10 kepala keluarga tersebut merupakan korban kebakaran yang terjadi, Rabu (12/5) sekira pukul 11.00 WIB. Kebakaran tersebut menyebabkan tujuh rumah rata dengan tanah, delapan rumah lainnya rusak parah.

“Seandainya tidak terjadi musibah kebakaran mereka sudah bersiap berlebaran mengunjungi sanak saudara. Rencana mau ke rumah kakak yang ada di Seruway. Tapi, karena rumah kami terbakar dia yang berkunjung kemari,” ucapnya.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang Azmi Arifin bersama sejumlah perangkatnya menyempatkan diri lebaran di tenda pengungsian korban kebakaran.

Azmi Arifin menyebutkan warga yang mengungsi di tenda darurat sebanyak sebanyak 30 jiwa dari 10 KK. Adapun kepala keluarga korban kebakaran yang mengungsi tersebut yakni Nur (73), Herman (55), Edi (58), Nasir (54), Madan (20), Otung (26), Hamdani (26), Maniyem (45) dan Adi (50).

“Rumah yang terbakar ada sembilan unit, tujuh rata dengan tanah dan dua rumah masih berdiri tapi isi dalamnya habis terbakar. Jadi yang mengungsi di tenda ada 10 KK, namun sebagian memilih menumpang di rumah keluarganya,” ujar Azmi Arifin.

Sementara rumah yang terjilat api hingga mengalami kerusakan ada enam unit yakni milik Syam (60), Tuti Musliani (50), Roni (35), Muschandra (50), Jum atau M Dina (50). Seluruh rumah yang terbakar berkonstruksi kayu.

“Kebakaran akibat arus pendek listrik. Dari sembilan rumah yang terbakar dua diantaranya tidak ada orang sedang ditinggal keluar pemiliknya,” terangnya.

Usai kejadian, ungkap Azmi Arifin, bantuan terus mengalir dari berbagai pihak, di antaranya dari Bupati dan Wakil Bupati, Anggota DPRK Fadlon dan Rahmad Syafriyal serta anggota DPR Aceh Nora Idah Nita.

“Dari Dinas Sosial bantuan sandang pangan juga ada. Jumlah tenda ada tiga unit bantuan dari BPBD dua dan milik kampung satu. Saat ini yang dibutuhkan pengungsi pakaian anak-anak dan dewasa,” ujar dia.

Azmi Arifin juga meminta kepada kepala dusun setempat untuk segera mengurus administrasi korban kebakaran seperti kartu keluarga, akta kelahiran dan adminduk lainnya yang ludes terbakar untuk kepentingan anak masuk sekolah.

Kepala Dusun Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Dedi Syahputra menambahkan, untuk persediaan logistik pangan cukup memadai. Bahkan personel Brimob Aramia datang ke Kota Lintang menawarkan kebutuhan tenda sekaligus tempat tidur lapangan.

“Soal fasilitas darurat sudah lengkap, tenda tiga, dapur umum, air bersih dan dilengkapi toilet potable. Dari 10 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran terdapat empat balita, mereka dibutuhkan selimut,” kata Dedi Syahputra.


 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *