Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Tammy Jadi Mualaf Setelah Dibantu Muslim yang tak Dikenal

  • Bagikan
Tammy Jadi Mualaf Setelah Dibantu Muslim yang tak Dikenal thumbnail

Tammy Parkin dilahirkan dan dibesarkan di kota kecil New Hampshire, Amerika Serikat. Penduduk kota di negara bagian itu adalah kulit putih yang menganut agama mayoritas di tempat itu. Ia mengaku berasal dari keluarga yang sangat miskin.

“Karena gereja akan memasak makanan untuk orang miskin. (Rumah ibadah agama mayoritas) selalu menjadi bagian dari hidup saya,” cerita Tammy seperti dilansir About Islam, Rabu 6 Mei 2021.

Tinggal di kota kecil dengan pengawasan orang tua yang minim, memasuki masa puber adalah waktu yang sulit bagi dirinya. Disebutnya saat itu hidupnya ketika membosankan sebagai remaja dan dia telah membuat pilihan yang buruk.

“Tuhan memberkati saya dengan gadis-gadis cantik ini. Saya telah menempuh jalan yang buruk dan putri saya membutuhkan saya. Jadi saya melangkah maju dan saya mencoba yang terbaik untuk melakukan yang benar menurut mereka,” ujar Tammy.

Tammy adalah seorang ibu tunggal. Ia harus bekerja sangat keras untuk menghidupi kedua putrinya, terkadang dua atau tiga pekerjaan sekaligus. Kemudian ia membesarkan anak perempuannya itu dengan cara berbeda dari dia dibesarkan oleh orang tuanya.

“Meskipun saya bekerja keras, seringkali kami tidak punya uang ekstra untuk apa pun selain untuk kebutuhan dasar. Itu sulit,” keluh Tammy.

Pasca tragedi 9/11, Tammy menjadi sangat konservatif secara politik. Ia menghabiskan banyak waktu menonton berita FOX dan mendengarkan talk radio. Dari berita-berita yang dikonsumsinya, ia berpikir telah mengetahui segalanya tentang Islam.

“Pada kenyataannya saya belum pernah bertemu seorang Muslim dalam hidup saya tetapi entah bagaimana dengan mendengarkan berita saya pikir saya tahu segalanya,” kata Tammy.

Bahkan, Tammy akan bersikap keras saat ada orang ingin membela Islam, dan merasa yakin dirinya lebih baik dari mereka. Ia mengasumsikan seorang muslim adalah orang Arab. Namun setelah bertahun-tahun, baru menyadari jika dirinya tidak mengetahui apa-apa tentang Islam.

“Apa yang saya asumsikan adalah seorang Muslim adalah seorang Arab. Satu-satunya gambaran dan opini yang saya miliki adalah apa yang dikatakan dan ditunjukkan Fox News kepada saya,” ungkap Tammy.

Kemudian ketika dua putrinya lulus SMA, mereka memilih meninggalkan rumah seperti remaja Amerika pada umumnya. Menurut Tammy, hal ini berbeda dengan orang Islam, di mana seorang anak akan tinggal bersama orang tuanya hingga menikah. Kondisi ini membuat dirinya kesepian, meski dia memiliki rumah yang cukup besar.

“Di sanalah saya berada di rumah besar ini dan semua yang telah saya kerjakan dan semua yang saya ketahui telah hilang,” kata Tammy.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *