Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Antisipasi Mutasi Covid-19 seperti di India dan Inggris, Pemerintah Aceh Kirim Sampel ke Jakarta

  • Bagikan
Antisipasi Mutasi Covid-19 seperti di India dan Inggris, Pemerintah Aceh Kirim Sampel ke Jakarta thumbnail

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengirimkan sebanyak 20 sampel ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI.

Pengiriman sampel tersebut bertujuan memantau strain mutasi Covid-19, yang selama ini disinyalir mulai muncul dengan tingkat penularan dan daya tahan yang lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif, usai mengikuti Rapat Bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, di Meuligoe Gubernur Aceh, Jum’at (14/5/2021).

Hanif mengatakan, di beberapa negara seperti India dan Inggris serta beberapa negara lain, telah ditemukan mutasi dari virus Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal ini, tambah Hanif, beberapa waktu lalu pihaknya telah sampaikan ke Gubernur untuk mengirim sampel ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta.

“Nah, hari ini (kemarin-red) Balitbangkes mengirim surat dan mengunstruksikan kita untuk mengirimkan sampel spesimen swab nasofaring dan sebanyak 20 sampel sudah kita kirimkan,” ujar Hanif didampingi Direktur RSUDZA dr Isra Firmansyah.

Surat Balitbangkes Kemenkes menyebutkan dalam rangka pemantauan strain mutasi virus SARS CoV-2, maka perlu dilakukan Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 secara intensif dan seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah diminta mengirimkan spesimen swab nasofaring dan kasus konfirmasi COVID-19 dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait.

“Adapun sampel spesimen yang kita kirim itu berasal dari kasus dengan kriteria Penularan yang cepat di masyarakat/lokasi tertentu, mulai menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak rentan (anak-anak), Orang sudah divaksin tapi terinfeksi, Penyitas terinfeksi kembali, Kematian dengan comorbid penyakit menular lain (HIV, TB, dan lainnya),” sambung Hanif.

Hanif menambahkan, kritena spesimen yang dikirimkan adalah Tube VTM berisi swab nasofaring, memiliki ct (cycle threshold) di bawah 25 Spesimen dikirimkan disertai formulir penyelidikan epidemiologi, Pengiriman spesimen dilakukan segera setelah hasil pemeriksaan RT PCR diperoleh.

“Jadi, spesimen yang kita kirimkan adalah spesimen yang baru kita ambil,” imbuh Hanif.(*) 

Editor: Safriadi Syahbuddin

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *