Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Pesepakbola Dunia Sampaikan Solidaritas untuk Palestina

  • Bagikan
Pesepakbola Dunia Sampaikan Solidaritas untuk Palestina thumbnail
Pemain tim nasional Prancis dan Manchester United, Paul Pogba. ( Mustafa Yalçın – Anadolu Agency )

Harianrakyataceh.com – Sejumlah pemain sepak bola top dunia menyampaikan solidaritasnya terhadap Palestina setelah pasukan Israel menyerbu Masjid al-Aqsa.

Bintang Prancis Manchester United Paul Pogba menunjukkan solidaritas untuk rakyat Palestina dalam sebuah postingan di media sosial.

“Dunia membutuhkan kedamaian dan cinta. Ini akan segera menjadi bantuan. Mari kita semua saling mencintai. #PRAYFORPALESTINE,” kata Pogba di Instagram.

Dalam sebuah posting Twitter, Mame Thiam dari Fenerbahce mengutip sebuah ayat dari Al-Qur’an:

“Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar. Jadi jangan biarkan kehidupan dunia ini menipumu, jangan biarkan Penipu Utama menipumu tentang Allah,” (Surah Fatir: ayat 5)

Di atas foto itu, Thiam menulis: “Hatiku bersamamu Masjid al-Aqsa.”

Selain itu, Achraf Hakimi dari Inter Milan, Riyad Mahrez dari Manchester City, Shkodran Mustafi dari Schalke 04, Franck Ribery dari Fiorentina dan Moussa Marega dari Porto menulis tweet pesan solidaritas terhadap Palestina.

Hakimi menulis “#FreePalestine” dalam sebuah posting Twitter sementara Riyad Mahrez men-tweet “#Palestine #SaveSheikhJarrah”.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, setidaknya 305 orang terluka pada hari Senin ketika polisi Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang diduduki dan menyerang orang-orang Palestina yang sedang berjaga untuk mencegah serangan ekstremis Yahudi.

Ketegangan telah memuncak di wilayah Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur sejak pekan setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.

Warga Palestina yang melakukan aksi solidaritas pada warga Sheikh Jarrah menjadi sasaran pasukan Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 – sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (aa.com.tr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *