Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Selamatkan Anak Terseret Arus Laut, Seorang Ayah Meninggal di Pantai Simeulue

  • Bagikan
Selamatkan Anak Terseret Arus Laut, Seorang Ayah Meninggal di Pantai Simeulue thumbnail
Almarhum Masnur

HARIANRAKYATACEH.COM – Pantai Simeulue kembali menelan korban jiwa, Masnur, warga Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan anak kandungnya yang terseret arus dan nyaris tenggelam di perairan laut pantai Desa Luan Sorip, Kecamatan Simeulue Tengah, Sabtu (15/5).

Masnur yang hendak menolong anak kandungnya Naila dan temannya yang sedang mandi di laut dan jarang dikunjungi pelancong, karena kawasan pantai tersebut dikenal ekstrim serta memiliki arus air laut yang kencang dan dalam, serta arus laut itu mengarah ke batu karang yang dikenal kawasan batu Amuren, yang memiliki ombak besar.

‎Namun upaya penyelamatan anak kandungnya dan temannya itu, korban tidak dapat melawan arus kencang dan timbul tenggelam terseret arus laut, dan kemudian tubuh korban dapat diselamatkan oleh warga Desa Luan Sorip yang telah berdatangan melakukan penyelamatan dengan peralatan seadanya, termasuk anak korban dan teman anak korban.

Setelah korban tiba di daratan pantai dengan kondisi tidak berdaya namun masih muntah yang diduga banyak terminum air laut, lalu warga melarikan Masnur yang masih tercatat sebagai Pegawai Pemerintah Kabupaten Simeulue itu, dengan becak mesin ke Pukesmas Kecamatan Simeulue Tengah, dan jiwanya tidak tertolong.

Meninggalnya Masnur saat menolong anaknya yang nyaris tenggelam di pantai Luan Sorip itu, dijelaskan Nardi (36) kepada harianrakyataceh.com, Minggu (16/5), salah seorang saudara dekat korban, yang saat itu ‎sengaja membawa membawa isteri dan anaknya untuk menikmati hari keempat lebaran idul fitri di rumah Nardi yang hanya terpaut belasan meter dengan dari pantai berpasir putih namun memiliki laut yang eksrim.

“Bang Masnur, berupaya menyelamatkan anaknya dan teman anaknya yang mandi-mandi dan terseret arus laut yang kencang, dan bang Masnur juga ikut terseret, sehingga kita meminta tolong kepada warga, dengan peralatan seadanya untuk menyelamatkan mereka. Setelah berada didaratan korban kondisinya sangat lemah dan banyak memuntahkan air laut dan kemudian kita bawa ke Pukesmas, dan bang Masnur telah meninggal dunia”, kata Nardi.

Dia menambahkan, karena berdekatan dengan rumahnya, lalu lokasi kejadian itu sering dijadikan untuk rekreasi dan mandi-mandi keluarga besarnya termasuk dengan keluarga almarhum Masnur, dan jarang digunakan oleh pelancong untuk tempat wisata, serta hanya warga setempat saja yang paham kawasan pantai itu dijadikan  lokasi mandi-mandi.

Sedangkan Naila, anak kandung korban yang juga nyaris tenggelam terseret arus kencang, harus dilarikan ke RSUD Simeulue, dan kondisinya telah kembali pulih, hal itu dijelaskan drg Farhan Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue, yang dikonfirmasi harianrakyataceh.com, Minggu (16/5).

“Semalam sekitar pukul 23:00 WIB, ‎ada pasien yang masuk UGD RSUD Simeulue dan informasinya pasien itu yang selamat karena hanyut dan hampir tenggelam. Kondisi pasien saat ini semakin membaik dan masih dalam perawatan di ruang kelas 1A”, kata Farhan.





‎Pantai Luan Sorip telan korban jiwan tersebut, juga dibenarkan Ramual, Kepala Desa (Kades) Luan Sorip, Kecamatan Simeulue Tengah, ‎yang dihubungi harianrakyataceh.com, Minggu (16/5). “Iya benar, saya mendapat laporan, bahwa ada warga desa Suka Maju yang meninggal dunia di pantai desa kita. Lokasi kejadian itu memang memilik arus kencang dan dalam, karena berdekatan dengan batu Amuren yang terkenal ekstrim”, katanya.





Masnur diketahui berprofesi seorang ASN Bendahara Kantor Sekdakab Si‎meulue itu dibenarkan Sabu Nasir Kepala BKPSDM Kabupaten Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Minggu (16/5). “Masnur, merupakan ASN dan yang bersangkutan bertugas sebagai bendahara gaji Setdakab Simeulue. Kemarin malam, kita mendapat kabar bahwa beliau telah meinggal dunia”, katanya.

Almarhum Masnur dikebumikan pihak keluarganya di pemakaman umum Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, Sabtu malam (14/5), serta pihak Kepolisian Resor (Polres) Simeulue atas permintaan keluarga korban menyatakan murni kecelakaan laut.

“Atas permintaan keluarga korban, menyatakan murni kecelakaan laut dan almarhum telah dikebumikan”, kata Kapolres AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu Muhammad Rizal, kepada harianrakyataceh.com, Minggu (16/5).  (ahi).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *