Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Polisi Selidiki Kasus Oknum Wartawan Terima Aliran Dana Rp270 Juta, Empat Saksi Diperiksa

  • Bagikan
Polisi Selidiki Kasus Oknum Wartawan Terima Aliran Dana Rp270 Juta, Empat Saksi Diperiksa thumbnail

BLANGKEJEREN – Penyidik Polres Gayo Lues terus mendalami laporan tersangka kasus uang makan dan minum hafiz di Dinas Syariat Islam setempat berinisial SH alias Apuk yang menyebut ada aliran dana diberikan kepada oknum wartawan dan LSM berinisial HM dan NS senilai Rp270 juta. Tersangka mengaku memberikan uang itu untuk meng-handle (menyetop) pemberitaan terkait dugaan korupsi kasus uang makan minum hafiz di DSI Gayo Lues tahun 2019 dengan anggaran Rp9 miliar lebih yang merugikan keuangan negara Rp3,7 M.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui telepon WhatsApp, Senin, 24 Mei 2021, mengatakan sudah ada perkembangan terkait kasus aliran dana Rp270 juta itu, dan saat ini sedang ditangani penyidik Polres Gayo Lues.

Kasat Reskrim Poles Gayo Lues, Iptu Irwansyah, mengatakan pihaknya hanya menangani laporan SH alias Apuk terkait dugaan aliran dana yang diberikan kepada oknum wartawan. Sedangkan laporan wartawan yang merasa namanya dicemarkan ditangani bagian lain di Polres Gayo Lues.

“Saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya sudah empat orang. Saat ini alat bukti sedang kita kumpulkan terkait laporan aliran dana sebesar Rp270 juta itu,” kata Iptu Irwansyah melalui pesan WhatsApp, kemudian via telepon WA. Namun, tidak disebutkan siapa saja yang sudah diperiksa tersebut.

Menurut Kasat Reskrim, kasus itu masih dalam proses penyelidikan dan akan ditangani Polres Gayo Lues secara profesional. Pihak terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi, sembari penyidik mengumpulkan alat bukti.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang yang terlibat kasus dugaan korupsi uang makan dan minum hafiz DSI Gayo Lues tahun 2019 ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Gayo Lues. Yakni, LUK sebagai rekanan, SH alias Apuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan HUS mantan Kepala Dinas Syariat Islam yang kini menjabat Kepala Dinas Dayah.

Usai konferensi pers digelar Polres Gayo Lues, Rabu, 28 April 2021, tersangka SH alias Apuk secara blak-blakan mengungkap ada aliran dana Rp 270 juta diberikan kepada oknum wartawan dan LSM untuk menyetop pemberitaan kasus itu.

Namun, pernyataan itu dibantah oleh NS, wartawan yang disebut menerima aliran dana Rp270 juta tersebut. NS yang turut hadir saat konferensi pers langsung menyatakan tidak pernah menerima uang itu.

Kasus itu berbuntut saling melaporkan ke Polres Gayo Lues. NS melaporkan PPTK sebagai pencemaran nama baik, dan PPTK itu melaporkan NS menerima aliran dana Rp270 juta.[]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *