Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Dampak Banjir di Padang Tiji, 67 Hektare Tanaman Padi Petani Tertimbun Kayu

  • Bagikan
Dampak Banjir di Padang Tiji, 67 Hektare Tanaman Padi Petani Tertimbun Kayu thumbnail

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI –  Dampak banjir luapan air sungai di Kecamatan Padang Tiji, Pidie, Jumat (4/6/2021), telah menyebabkan tanaman padi petani tertimbun kayu.

Tanaman padi tertimbun kayu itu terletak di areal persawahan Gampong Meurinya Tanjong dan Khang Tanjong, Kecamatan Padang Tiji.

“Luas tanaman padi yang dipenuhi kayu banjir, yakni di Gampong Khang Tanjong seluas 44 hektare dan Meuriya Tanjong seluas 23 hektare,” kata Camat Padang Tiji, Asriadi, kepada Serambinews.com, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Personel Kodim Pidie Evakuasi Warga Padang Tiji dari Banjir Bandang

Ia menyebutkan, dirinya belum sempat turun melihat langsung terhadap kondisi tanaman padi yang dipenuhi kayu terbawa  banjir.

” Tadi sore, warga melaporkan bahwa banyak patahan kayu di dalam tanaman padi yang baru ditanam. Kami belum sempat turun.

Rencana, Minggu (6/6/2020), kami bersama petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan akan turun,” ujarnya.

Baca juga: Akhirnya Abusyik Bersedia Divaksin Sinovac, Datang Bersama Sekda Ke Polres Pidie

Ia menyebutkan, banjir luapan air sungai itu juga menyebabkan tanaman palawija seluas 2 hektare di Gampong Kupula Tanjong dan kebun pisang di Kemukiman Tanjong seluas 16 hektare ikut terendam. 

Namun, tidak menimbulkan fatal terhadap tanaman, mengingat air terendam hanya terjadi sebentar. 

Sementara untuk banjir yang terjadi di ruas jalan nasional dan Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, saat ini telah surut sejak pagi. 

Baca juga: Reni Menangis di Kantor Polisi Akibat Dianiaya Suami, Dipaksa Minum Air Kencing Hingga Dibotaki

Warga yang sempat membuka dapur umum di meunasah di gampong tersebut telah kembali ke rumah.

” Warga yang pulang ke rumah harus membersihkan lumpur.

Kita juga akan melaporkan ke BPBD Pidie untuk menormalisasi aliran sungai sehingga tidak terjadi banjir luapan kedua kali,” jelanya. (*)

Baca juga: Akses Masuk Pantai Ulee Lheue Ditutup, Cegah Keramaian di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Muhammad Nazar

Editor: Muhammad Hadi

video pilihan

Sepasang Pengantin Baru di Gandapura Tewas di Atas Ranjang, Mertua Sempat Dengar Suara Rintihan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *