Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

197 Desa di Aceh Barat Belum Lakukan Pencairan Dana Desa, Keuchik Masih Diberi Waktu 10 Hari

  • Bagikan
197 Desa di Aceh Barat Belum Lakukan Pencairan Dana Desa, Keuchik Masih Diberi Waktu 10 Hari thumbnail

Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Ratusan desa di Aceh Barat, hingga Senin (7/6/2021) mencapai 197 desa belum mengajukan pencairan dana desa tahap kedua, bahkan dua Kecamatan seperti Pante Ceureumen dan Kecamatan Panton Reu masih kosong, yaitu belum ada sama sekali.

Kondisi tersebut diduga para keuchik masih lalai, sehingga terjadi keterlambatan dalam pengajuan pencairan dana desa tahap kedua untuk merealisasi program pembangunan di desa masing-masing.

“Kita memberi tenggang waktu kepada keuchik atau desa masing-masing, hingga 10 hari kedepan terhitung 7-16 Juni 2021 untuk segera menyelesaikan pengajuan pencairan dana desa tahap dua tahun ini,” tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (PMG), Aceh Barat, Saifudin kepada Serambinews.com Senin (7/6/2021).

Sementara dari jumlah desa di Aceh Barat yang mencapai 321 desa itu, sekitar 124 desa sudah menuntaskan pencairan dana desa tahap kedua, sedangkan 197 desa lainnya masih tiarap.

Dikatakannya, bahwa yang lebih memprihatinkan lagi ada dua kecamatan yang masih belum ada sama sekali desa yang mengajukannya, yaitu Kecamatan Pante Ceurmin dan Kecamatan Panton Reu.

Dimana di Kecamatan Pante Ceureumen terdapat 25 desa dan di Kecamatan Panton Reu sekitar 19 desa.

Sedangkan 10 kecamatan lainnya secara bervariasi sebagian desa telah mengajukan pencairan dana desa tersebut, dari 6 desa hingga sudah mencapai 24 desa, sehingga secara keseluruhan ada sekitar 197 desa lagi yang belum mengajukan pencairan dana desa tersebut di Aceh Barat saat ini.

Baca juga: Ribuan Guru di Abdya Belum Terima TC Selama Enam Bulan, Ini kata Kepala Dinas

Baca juga: Diduga Akibat Dianiaya Senior di Pesantren, Santri Asal Aceh Tamiang Meninggal Dunia

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Eks PPK Kemensos, Juliari Batubara Potong Fee Bansos Rp 11 Ribu untuk Sewa Jet

Ia meminta kepada seluruh keuchik atau desa yang belum melakukan pengajuan pencairan dana desa tahap dua ini untuk segera menyelesaikannya dengan batas waktu 10 hari kedepan untuk menuntaskan masalah tersebut.

Dikatakannya bahwa para kecil saat ini banyak yang lalai terhadap akan hal tersebut, seharusnya anggaran ini telah dicairkan lebih awal, namun akibat kelalaian itu menyebabkan terjadinya penghambatan untuk pencairan yang bisa berpengaruh terlambatnya pembangunan di desa masing-masing.

Selain itu juga, pihaknya meminta para Camat masing-masing untuk segera mendesak para keuchiknya guna menyelesaikan pengajuan tersebut supaya tidak terlambat akibat lalai.

Baca juga: VIDEO Ayah Kerja Jadi Kernet Bus, Bocah Ini Sering Menunggu di Pinggir Jalan untuk Bertemu

Baca juga: Tutupi Wajahnya Dengan Bra Saat Beraksi, Perampok Perumahan Elite Kendari Berhasil Dibekuk

Baca juga: Jatuh Bangun Tim Honda di MotoGP 2021, Marc Marquez Gagal Finish di GP Catalunya: Musim yang Sulit

Seharusnya dengan percepatan pengajuan pencairan dana desa tahap kedua ini tentunya realisasi pembangunan pun bisa berjalan tepat waktu dan cepat, namun dengan terjadinya keterlambatan pengajuan menyebabkan pembangunan di kampung masing-masing tentunya bisa terjadi keterlambatan.

Sedangkan untuk penyaluran pencairan dana desa tahap pertama secara keseluruhannya telah tuntas dilakukan, sedangkan saat ini sudah memasuki pencairan dana desa tahap kedua di mana ratusan desa masih belum mengajukannya.

“Kita harapkan para keuchik serius terhadap tanggung jawabnya, sehingga kedepan jangan ada yang terlambat lagi, hal itu semata demi untuk pembangunan desa masing-masing bisa lebih cepat dan tepat,” harapnya.(*)

Penulis: Sa’dul Bahri

Editor: Taufik Hidayat

video pilihan

Rekaman CCTV Detik-detik Mahasiswi di Makassar Diperkosa dan Dirampok di Kos, Pelaku Lewat Jendela

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *