Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Beredar Surat “Penghentian Pelayanan Covid-19 di RSUMAK”, Ini Kata Direktur dan Wabup

  • Bagikan
Beredar Surat “Penghentian Pelayanan Covid-19 di RSUMAK”, Ini Kata Direktur dan Wabup thumbnail

BLANGKEJEREN – Surat diduga dibuat tenaga medis Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Gayo Lues menyatakan “penghentikan pelayanan Covid-19” beredar melalui WhatsApp Grup (WAG).

Surat bertanggal 07 Juni 2021, nomor: Istimewa, lampiran: 1 eksemplar, perihal: Penghentian pelayanan Covid-19 di RSU Muhammad Ali Kasim itu ditujukan kepada Bupati/Wakil Bupati, Ketua DPRK, Kadis Kesehatan, Direktur RSU Muhammad Ali Kasim, Kepala BPBD, dan Kepala Badan Penggelola Keuangan Daerah.

Isinya, “Sehubungan dengan surat pernyataan sikap Nakes RSU Muhammad Ali Kasim, tanggal 02 Juni 2021 kepada Direktur RSUMAK perihal pernyataan sikap tentang: 1. Permintaan percepatan pembayaran insentif tenaga kesehatan tahun 2020 yang belum jelas hingga hari ini; 2. Meminta kepada Bapak Bupati dan Ketua DPR untuk memasukan anggaran insentif Covid-19 tahun 2021 di DPA RSUMAK”.

“Perlu kami sampaikan kepada pemangku jabatan di Negeri Seribu Bukit ini, terhitung mulai hari Selasa 08 Juni 2021 (pukul 08:00 Wib), kami akan menghentikan pelayanan penanganan Covid-19 di RSUMAK sampai tuntutan kami dipenuhi,” bunyi surat tersebut yang disebar secara terpotong.

Sementara itu, Direktur RSUMAK, dr. Mutia, mengatakan dirinya juga baru membaca pesan di WAG, dan belum paham masalah surat yang beredar itu.

“Sudah saya WA (WhatsApp) Pak Sekda, dia minta suratnya. Yang menjadi masalah, sayapun belum menerima suratnya. Kami pribadi tidak mengetahui tentang surat ini, dan ini inisiatif teman-teman medis dan paramedis,” kata Mutia melalui pesan WA.

Mutia mengaku sedang menghubungi bawahannya terkait bagaimana langkah diambil jika besok datang pasien covid ke RSUMAK. Menyangkut isi surat yang beredar itu, dia mengaku sedang menelusuri kebenaran isu tersebut.

Wakil Bupati Gayo Lues, H. Said Sani, mengatakan sudah menghubungi Direktur RSUMAK. Namun, ia belum menerima surat yang menyatakan penghentian pelayanan pasien Covid-19 di RSUMAK yang tersebar melalui WAG.

“Menyangkut insentif tenaga medis dan nonmedis, itu sudah ada kesepakatan BPBD dan Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) akan dibayarkan,” katanya melalui sambungan telepon WhatsApp.[]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *