Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

BSI: Proses migrasi rekening ke BSI gratis

  • Bagikan
BSI: Proses migrasi rekening ke BSI gratis thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan migrasi rekening nasabah ke sistem BSI dilakukan secara gratis, sehingga masyarakat sebagai nasabah tidak perlu khawatir tentang adanya pemotongan saldo rekening saat proses migrasi.

Wakil Direktur Utama 1 BSI Ngatari di Banda Aceh, Senin, mengatakan migrasi merupakan pemindahan sistem dari Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) dan Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) ke sistem BSI.

Baca juga: Migrasi BSI dimulai, masyarakat jangan panik

“Jadi proses migrasi ini gratis, enggak ada saldo yang hilang, enggak ada potongan saldo. Cuma dipindahkan dari eks BRIS, BNIS ke BSI,” kata Ngatari.

Ngatari menjelaskan proses migrasi itu disebut dengan roll out, yakni memindahkan data eks BRIS dan BNIS ke dalam satu sistem BSI. Dan sistem BSI yang digunakan kini, kata dia, merupakan eks sistem Bank Syariah Mandiri (BSM), dengan kapasitas bisa menampung 30 juta nasabah.

Baca juga: Penyatuan dimulai, Ini pesan Dirut BSI

“Proses migrasi ini sudah kita mulai sejak Sabtu (5/6), secara bertahap. Dan hingga saat ini proses migrasi sudah mencapai 67 persen, ini akan terus berlanjut hingga selesai,” katanya.

Menurut Ngatari jumlah nasabah yang dimigrasi ke BSI sebanyak 1,1 juta nasabah, dengan total saldo dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp9,4 triliun. Saat ini BSI memiliki 160 outlet di seluruh Aceh, khusus eks BRIS dan BNIS tanpa BSM.

“Kalau termasuk cabang BSM maka totalnya 221 outlet BSI,” katanya.

Baca juga: BSI migrasi 544,8 ribu nasabah di Lhokseumawe

“Setelah data termigrasikan semua ke BSI, baru kita anggap selesai. Proses roll out ini kita butuh waktu antara 1 hingga 2 bulan, maksimalnya dua bulan. Karena secara nasional pada 1 November kita targetkan sudah satu sistem, kalau sekarang masih tiga sistem,” katanya lagi.

Sejauh ini, menurut dia, proses migrasi rekening nasabah ke BSI di Aceh berjalan lancar. BSI juga meminta agar nasabah tidak perlu khawatir selama proses migrasi, baik dilakukan secara langsung ke kantor cabang atau melalui digital.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin meminta agar BSI di Aceh terus meningkatkan semua hal pelayanan publik secara optimal sehingga masyarakat Aceh mendapatkan kenyamanan.

“Apalagi ini bank syariah ya, maka berikan pelayanan sebaik-baiknya. Maka kami meminta per 1 Juli 2021, pelayanan ATM (Anjungan Tunai Mandiri) BSI bisa berfungsi optimal, supaya tidak ada lagi komplain dari nasabah,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *