Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Soal Insenif Covid Tenaga Medis RSUMAK dan Bibit Jahe 2020, Ini Kesepakatan DPRK dan Pemda

  • Bagikan
Soal Insenif Covid Tenaga Medis RSUMAK dan Bibit Jahe 2020, Ini Kesepakatan DPRK dan Pemda thumbnail

BLANGKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues telah selesai menggelar rapat tertutup dengan Pemerintah Daerah. Hasilnya, anggota dewan tetap bersikeras agar insentif penanganan Covid-19 untuk tenaga medis dan nonmedis pegawai Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) dan pengadaan bibit jahe yang belum terbayar tahun 2020 bisa dibayarkan tahun 2021.

Ketua DPRK Gayo Lues H. Ali Husin, Senin, 7 Juni 2021 di ruang kerjanya, mengatakan untuk insentif tenaga medis dan nonmedis beserta pengadaan bibit jahe harus dibayarkan dengan alasan sudah disahkan DPRK dalam anggaran tahun 2020.

“Karena sudah dianggarkan Pemda dan sudah disetujui DPRK anggarannya, jadi kami DPRK menyarankan bahwa insentif covid pegawai RSUMAK senilai Rp 1,1 miliar dan bibit jahe Rp 7 miliar itu harus dibayarkan,” kata Ali Husin.

Rapat tertutup antara DPRK dan Pemda Gayo Lues yang dihadiri Wakil Bupati H. Said Sani, Sekda Ir. Rasyidin Porang dan beberapa Kepala Dinas dan Badan Kantor berlangsung pada Jumat, 4 Juni 2021 di lantai dua gedung dewan. Rapat itu digelar setelah 17 Anggota Dewan turun menelusuri LKPJ Bupati tahun 2020 yang terdapat kejanggalan, seperti tidak terbayarnya insentif covid pegawai RSUMAK dan bibit jahe.

“Jadi hasil rapat kemarin, kami anggota DPRK menyarankan agar dibayarkan yang dua item ini, dan sudah diiyakan oleh Wakil Bupati bersama jajarannya. Kemudian untuk pekerjaan bencana alam di BPBD yang sudah dikerjakan tetapi tidak masuk ke dalam anggaran, itu besok kita bahas dalam rapat LKPJ Bupati 2020,” jelasnya.[]

Berita Terkait

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *