Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Kasus Nelayan Kompresor di Simeulue, 14 Orang Divonis Bersalah

  • Bagikan
Kasus Nelayan Kompresor di Simeulue, 14 Orang Divonis Bersalah thumbnail

SERAMBINEWS.COM, SINABANG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sinabang yang mengadili 14 nelayan kompresor akhirnya menyatakan seluruh terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Perikanan.

Pada sidang yang dilaksanakan secara terbuka dan online tersebut Ketua Majelis Hakim Jamaluddin SH MH membacakan vonis terhadap 14 terdakwa dalam tiga perkara secara terpisah pada Rabu (10/6/2021).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Budi Muliono, Tuhu Widodo Putra, Andriansyah, Yelman, Arif Rahman Santoso, Dedi Murdani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan sengaja membawa dan menguasai alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh nelayan kecil sebagaimana dalam dakwaan tunggal. Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama empat bulan,” kata Jamaluddin.

Pada dua sidang selanjutnya dengan terdakwa Muliatim, Ilham Riski, Ahmad Rajiffandi serta terdakwa kasus yang sama yaitu Harun Janil, Muddalamin, Rusman, Hamdan, Armada divonis oleh Hakim dengan pidana penjara masing-masing selama lima bulan.

Untuk dua kasus tindak pidana perikanan ini hukuman yang diberikan hakim lebih tinggi dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dua hari sebelumnya (8/10/2021) secara terpisah JPU menyampaikan tuntutan yang sama terhadap seluruh terdakwa.

Baca juga: PN Sinabang Sidangkan Kasus Nelayan Kompresor di Simeulue

Baca juga: Sidang Pleno Hasilkan 3 Rekomendasi  untuk Ketahanan Air Nasional

Baca juga: Pencabul Anak Kandung di Aceh Jaya Terancam 200 Bulan Penjara

Jaksa menyampaikan agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap masing-masing tedakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan dan denda masing masing sebesar 2 Juta rupiah subsider 2 bulan penjara.

Namun pada sidang putusan hari ini, Hakim tidak menjatuhkan pidana denda kepada seluruh pelaku sebagaimana tuntutan jaksa.

Pada masing-masing persidangan Hakim juga menetapkan barang bukti dari tiga perkara berupa 3 unit kompresor serta hasil pelelangan barang bukti ikan dan teripang dari perkara dirampas untuk negara.

Sementara 3 rol selang, 6 pasang dakor, 4 pasang kaki bebek, 6 buah kacamata selam, 4 unit senter selam, 2 timah pemberat dan 4 unit alat tangkap tombak ikan dirampas untuk dimusnahkan.

Barang bukti lainnya berupa 1 unit kapal motor tanpa nama dengan warna lambung hijau tua, 2 pasang kaki bebek, 2 unit senter selam dan 2 tombak ikan dikembalikan kepada Terdakwa Budi Muliono.

Baca juga: Pengadilan Moskow Denda Facebook dan Telegram karena Tak Patuhi Aturan Menghapus Konten Terlarang

Baca juga: Warga Tunisia Hormati Migran Tenggelam, Makamkan Secara Islami dan Bermartabat

Baca juga: Pasukan Khusus Israel Gelar Operasi Penangkapan, Baku Tembak Terjadi, Tiga Warga Palestina Tewas

Selanjutnya 1 unit kapal motor tanpa nama lainnya dengan warna lambung hijau daun dikembalikan kepada terdakwa Muliatim.

Sementara 1 unit kapal motor Sinar Intan dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk digunakan pada pemeriksaan dan pembuktian dalam perkara lain.

Atas putusan Hakim tersebut tim JPU dan juga terdakwa menyatakan akan pikir-pikir dahulu untuk mengajukan banding.(*)

video pilihan

Alami Penyiksaan Berat hingga Lihat sang Kakak Dikubur Hidup-hidup, Ini Kondisi Terkini Korban

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *