Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Apakah Kejari Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa? Ini Jawaban Kajari

  • Bagikan
Apakah Kejari Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa? Ini Jawaban Kajari thumbnail

LHOKSEUMAWE – Pihak Kejari Lhokseumawe akan menggelar ekspose dengan Kajati Aceh terkait kasus dugaan korupsi pembangunan lanjutan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020.

“Tindak lanjutnya nanti bisa lewat Kasi Intel saja sesuai Tupoksi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, termasuk media. Tapi yang pasti, (dalam) minggu ini kami akan ekspose dulu dengan Pak Kajati, ya. Nanti melalui Kasi Intel saja apa TL selanjutnya,” kata Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., melalui pesan WhatsApp (WA), Senin, 14 Juni 2021, sekitar 11.25 WIB.

Kajari Lhokseumawe menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi portalsatu.com tentang perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi terkait pembangunan lanjutan tanggul pengaman pantai Cunda-Meuraksa sumber dana Otsus Tahun Anggaran 2020: “Apakah pihak Kejari Lhokseumawe sudah menetapkan tersangka kasus tersebut? Mohon penjelasan Pak Kajari”.

Sebelum mengirim pertanyaan via pesan WA, portalsatu.com menelepon Kajari Lhokseumawe, sekitar pukul 11.08 WIB, tetapi ia tidak merespons panggilan masuk. Begitu pula saat dihubungi pada 9 Juni 2021, sore, tidak terhubung.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Lhokseumawe, Miftahuddin, S.H., M.H., dikonfirmasi melalui pesan dan telepon WA, Senin (14/6), sekitar 11.45 WIB, untuk mendapatkan penjelasan “tindak lanjut”, ia hanya membenarkan apa yang disampaikan Kajari.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mempertanyakan perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020 yang merugikan keuangan negara Rp4,3 miliar.

“Karena sudah masuk 22 hari sejak BPKP Aceh menyerahkan secara langsung (hasil audit) ke pihak kejaksaan pada 19 Mei lalu. Kasus ini mendapat atensi publik, jadi kejaksaan patut menjelaskan, kenapa masih belum ada perkembangan (hasil penyidikan),” kata Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Juni 2021.

MaTA berharap kepada Kejari Lhokseumawe dan Kejati Aceh untuk serius mengungkapkan kasus ini sampai ke level aktornya. “Kalau dana Otsus dikorupsi terus tidak ada penegakan hukum maka kondisinya sudah di luar aman,” tegas Alfian.

Alfian menyebut publik tidak pernah lupa terhadap peristiwa dari awal sampai pada kondisi sekarang. “BPKP sudah melakukan audit investigasi dan hasilnya sudah diserahkan. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi kejaksaan menunda penyelesaian kasus ini. Kecuali kasus tersebut sudah “dinegosiasikan”, Kejati Aceh dapat mengambilalih pengusutan kasus tersebut mengingat pihak yang diduga terlibat ada penyelenggara negara, dan menghidari potensi konflik kepentingan,” tuturnya.

“Jangan hanya menetapkan tersangka pihak teknis saja, sementara aktor selaku pengambil kebijakam diloloskan. MaTA terus mengawal kasus tersebut, dan diharapkan kepada para pihak termasuk kepada kejaksaan jangan menarik kasus ini seolah-olah politik. Kasus tersebut murni telah terjadi kejahatan luar biasa, jadi tidak seharusnya dilindungi,” pungkas Alfian. (Baca: MaTA Pertanyakan Perkembangan Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa)

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak hanya menyerahkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejari Lhokseumawe. Hasil audit investigasi terhadap proyek sumber dana Otsus tahun 2020 itu juga disampaikan ke Kejaksaan Agung di Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh.

“Ya, laporan hasil audit investigasi atas pembangunan tanggul Cunda- Meuraksa Lhokseumawe dari anggaran Otsus 2020 sudah kami serahkan ke Kejagung melalui BPKP Pusat, Kejati Aceh dan Kejari Lhokseumawe pada Rabu, 19 Mei 2021, dengan nilai kerugian negaranya setelah dikurangi pajak lebih dari 4,3 miliar,” kata Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menjawab portalsatu.com, Kamis, 20 Mei 2021, usai siang. (Baca: BPKP Aceh Serahkan Hasil Audit Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejagung, Kejati, dan Kejari)[](red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *