Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya

  • Bagikan
Kejari Lhokseumawe Batal Ekspose Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa di Kejati Aceh, Ini Alasannya thumbnail

LHOKSEUMAWE – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Rabu, 16 Juni 2021, batal mengekspose di Kejati Aceh terkait kasus dugaan korupsi pembangunan lanjutan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Tim Kejari Lhokseumawe dipimpin Kajari Dr. Mukhlis, S.H., M.H., datang ke Kejati di Banda Aceh untuk melakukan ekspose kasus tersebut, tapi batal dilaksanakan, Rabu.

“Karena kemarin banyak kegiatan lain (di Kejati Aceh), enggak sempat ekspose, ditunda, dan akan dijadwalkan ulang,” kata Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, melalui Kasi Intelijen Miftahuddin, S.H., M.H., dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Kamis, 17 Juni 2021.

Lihat pula: GerTaK Desak Kejari Lhokseumawe Segera Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa

Ditanya mengapa kasus itu harus dilakukan ekspose di Kejati Aceh, Miftahuddin, “Itukan cuma internal, karena Pak Kajati kan sebagai pengendali. Jadi, hasil dari pelaksanaan di sini (Kejari Lhokseumawe), kita melaporkan kepada beliau”.

Bukankah penanganan kasus tersebut kewenangan Kejari Lhokseumawe? “Memang kewenangan di Kejari, cuma karena ada surat permintaan dari Pak Kajari untuk ekspose di Kejati, karena Pak Kajati selaku pengendali. Istilahnya (seluruh Kejari di Aceh) pusatnya ada di Kejati Aceh,” tutur Miftahuddin.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Aceh, H. Munawal, S.H., menjawab portalsatu.com via pesan WhatsApp, Kamis, mengatakan, “Kemarin (Rabu) tidak jadi (ekspose) dikarenakan jadwal Pak Kajati yang padat. Bukan hanya ekspose Kejari Lhokseumawe yang gagal kemarin, tapi ekspose perkara di Intel (Kejati Aceh) terkait PSR juga ditunda. Baru sore ini bisa dilaksanakan (ekspose terkait PSR, red)”. PSR adalah Peremajaan Sawit Rakyat.

Baca: MaTA Pertanyakan Perkembangan Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa

Diberitakan sebelumnya, pihak Kejari Lhokseumawe akan menggelar ekspose dengan Kajati Aceh terkait kasus dugaan korupsi pembangunan lanjutan tanggul Cunda-Meuraksa Lhokseumawe sumber dana Otsus tahun 2020 yang merugikan keuangan negara Rp4,3 miliar.

“Tindak lanjutnya nanti bisa lewat Kasi Intel saja sesuai Tupoksi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, termasuk media. Tapi yang pasti, (dalam) minggu ini kami akan ekspose dulu dengan Pak Kajati, ya. Nanti melalui Kasi Intel saja apa TL selanjutnya,” kata Kajari Lhokseumawe, Mukhlis, melalui pesan WhatsApp, Senin, 14 Juni 2021.

Kajari Lhokseumawe menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi portalsatu.com tentang perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi terkait pembangunan lanjutan tanggul pengaman pantai Cunda-Meuraksa sumber dana Otsus Tahun Anggaran 2020: “Apakah pihak Kejari Lhokseumawe sudah menetapkan tersangka kasus tersebut? Mohon penjelasan Pak Kajari”. (Baca: Apakah Kejari Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa? Ini Jawaban Kajari)

Untuk diketahui, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak hanya menyerahkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejari Lhokseumawe. Hasil audit investigasi terhadap proyek sumber dana Otsus tahun 2020 itu juga disampaikan ke Kejaksaan Agung di Jakarta dan Kejaksaan Tinggi Aceh di Banda Aceh.

“Ya, laporan hasil audit investigasi atas pembangunan tanggul Cunda- Meuraksa Lhokseumawe dari anggaran Otsus 2020 sudah kami serahkan ke Kejagung melalui BPKP Pusat, Kejati Aceh dan Kejari Lhokseumawe pada Rabu, 19 Mei 2021, dengan nilai kerugian negaranya setelah dikurangi pajak lebih dari 4,3 miliar,” kata Kepala BPKP Perwakilan Aceh, Indra Khaira Jaya, menjawab portalsatu.com, Kamis, 20 Mei 2021. (Baca: BPKP Aceh Serahkan Hasil Audit Proyek Tanggul Cunda-Meuraksa ke Kejagung, Kejati, dan Kejari)[](red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *