Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Banda Aceh tuan rumah cabang olahraga layar untuk PON 2024

  • Bagikan
Banda Aceh tuan rumah cabang olahraga layar untuk PON 2024 thumbnail

Banda Aceh (ANTARA) – Kota Banda Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah cabang olahraga  layar pada pelaksanaan pekan olahraga nasional (PON) Aceh-Sumatera yang diselenggarakan 2024.

“Kita sambut baik, kita segera rencanakan pembangunan venue cabor layar untuk PON 2024 di Banda Aceh,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, di Banda Aceh, Jumat.

Aminullah mengatakan, Pemerintah Banda Aceh segera menyiapkan lahan seluas 1,2 hektare di kawasan Ulee Lheue yang menjadi lokasi pertandingan layar ke depan. 

“Saya kira sepanjang tidak bertentangan dengan hukum kami sangat setuju, akan segera kita keluarkan rekomendasi lahannya,” ujarnya. 

Aminullah mengapresiasi keseriusan KONI Aceh mengajukan Banda Aceh sebagai tuan rumah cabang olahraga layar PON Aceh-Sumut ini. 

Bukan hanya untuk layar saja, kata Aminullah, pihaknya juga bersedia dan mendukung penuh jika masih ada cabang olahraga lain yang ingin dipertandingkan di kota tersebut.

Aminullah melihat, even sebesar PON tersebut bisa memberikan multiplier effect terhadap masyarakat Banda Aceh, akan ada perputaran uang yang sangat besar, di mana seluruh atlit, official dan pecinta olahraga dari seluruh nusantara dipastikan hadir ke kota ini.

“Maka, semua sektor menikmati manfaatnya, mulai dari UMKM, penginapan hingga jasa transportasi merasakannya,” kata Aminullah.

Kemudian, lanjut Aminullah, jika venue tersebut dibangun maka dipastikan tidak akan mubazir dan terbengkalai usai perhelatan PON berakhir, karena bisa dimanfaatkan untuk infrastruktur penunjang sektor wisata.

“Saya pikir kalau dibangun di Banda Aceh, tidak akan jadi aset tidur, tidak akan terbengkalai karena bisa kita manfaatkan untuk infrastruktur pariwisata, dan bisa berdampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, venue layar yang akan dibangun dengan dana APBN senilai Rp 25 M tersebut akan menjadi infrastruktur penunjang sektor wisata, apalagi Banda Aceh merupakan kota yang mengandalkan sektor itu. 

“Dengan adanya venue itu, maka bisa  melahirkan bibit muda olahraga layar yang nantinya dapat mengharumkan nama daerah pada sejumlah even nasional hingga internasional,” demikian Aminullah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *