Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Dongkrak harga ikan, nelayan Aceh Timur butuh cold stroge kapasitas 100-300 ton

  • Bagikan
Dongkrak harga ikan, nelayan Aceh Timur  butuh cold stroge kapasitas 100-300 ton thumbnail

Idi, Aceh Timur (ANTARA) –

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi Kabupaten Aceh Timur membutuhkan tempat penyimpanan dan pendinginan ikan atau cold storage dengan kapasitas 100-300 ton.

“Jika Pemerintah membangun cold storage di PPN Idi, maka harga ikan tentu akan selalu normal. Karena disaat cold storage tersedia maka ikan yang dibongkar juga tak perlu cepat-cepat dijual,”kata Panglima Laot Lhok Kuala Idi, Aceh Timur, Abdul Bakri, Kamis. 

Abdul Bakri atau akrab disapa Pawang Ki mengaku kebutuhan cold storek paling mendesak di PPN Idi, karena pelabuhan di Kabupaten Aceh Timur adalah pelabuhan terbesar kedua setelah PPN Lampulo di Aceh Besar. 

Ia mengatakan sejak puluhan tahun yang silam hingga sekarang, ikan yang didaratkan di PPN Idi dipasarkan ke sejumlah kabupaten/kota di Aceh, seperti Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues dan Aceh Utara.

Bahkan banyak ikan berkelas hasil tangkapan nelayan seperti tenggiri, bawal dan kakap diangkut dan dijual ke beberapa titik di Kota Medan, termasuk Belawan.

“Jika tangkapan melimpah, tentu harga ikan murah. Disaat ikan tidak dijual saat dilakukan pembongkaran, maka ikan membusuk. Sehingga nelayan harus menjual, meskipun harga murah. Tapi jika cold storage tersedia, maka ikan akan disimpan ke tempat pendinginan dan tentu dijual saat harga ikan normal di pasaran,”katanya. 

Oleh karena itu, Abdul Bakri mengharapkan Pemerintah Aceh mampu memfasilitasi nelayan dengan membangun tempat penyimpanan ikan, sehingga harga ikan dapat ditentukan di Idi. 

Sementara Kepala UPTD PPN Idi, Aceh Timur Ermansyah mengaku hingga saat ini, para nelayan didaerahnya menjual ikan ke pengusaha di Medan yang memiliki Cold Storage. 

Ermansyah mengatakan hal tersebut  dilakukan para nelayan didaerahnya akibat belum adanya cold storage atau tempat penampung dengan kapasitas besar.

“Sebab, hasil tangkapan nelayan juga melimpah, rata-rata per bulan mencapai 200-300 ton ikan basah yang dibongkar dari kapal harus dijual ke berbagai daerah di Aceh dan sejumlah titik di pulau sumatera , jika tidak maka ikan bisa busuk akibat tidak adanya cold stroge, “kata Ermansyah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *