Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Mengemuka dalam Pembahasan  Draf AD/ART: Bupati Tidak Relevan SK-kan Pengurus HIMAS

  • Bagikan

BANDA ACEH – Para tokoh masyarakat Simeulue di Banda Aceh dan Aceh Besar merampungkan draf Anggaran Dasar (AD) HIMAS Banda Aceh, Sabtu, 3 Juli 2021 di Lantai 2 Gedung Bengkel Pendidikan Aceh kawasan Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Draf itu akan difinalkan dalam Mubes  yang  digelar pada akhir Juli 2021 ini.

Amatan portalsatu.com, salah satu yang dipertegas dalam draf AD HIMAS yakni terkait Surat Keputusan (SK) dan masa kepengurusan. Pada periode 2017-2021, SK pengurus HIMAS dikeluarkan sekaligus ditandatangi oleh Bupati Simeulue dengan masa kepengurusan 4 tahun.

Saling Sapa App

SK dengan tanda tangan bupati ini dinilai sangat tidak relevan karena HIMAS merupakan organisasi perhimpunan masyarakat Simeulue di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang. Masa kepengurusan 4 tahun juga dinilai terlalu lama. Sehingga dalam draf AD/ART ditegaskan: SK pengurus HIMAS mendatang dikeluarkan oleh Majelis Pertimbangan Himpunan (MPH) dengan masa kepengurusan tiga tahun. Hal ini mulai berlaku pada kepengurusan priode 2021-2024.

Selain AD, tim yang menyebut diri sebagai “tim kecil” ini, juga sudah merampungkan draf  program kerja organisasi untuk  kepengurusan HIMAS Banda Aceh mendatang. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga (ART) baru dibahas beberapa pasal dan akan dirampungkan dalam waktu dekat ini sekaligus menyusun Tata Tertib (Tatib) Mubes.

Pembahasan AD/ART HIMAS Banda Aceh. Istimewa

Pada awal pembahasan, tokoh masyarakat Simeulue yang juga mantan Anggota DPRA, Drs. Saifuddin Samin, mengatakan dirinya sangat mendukung upaya pembahasan kembali AD/ART sebagai payung hukum HIMAS yang digagas pengurus saat ini. Apalagi draf AD/ART sebelumnya juga sudah hilang pada musibah tsunami 26 Desember 2004.

Namun, kata dia, draf ini harus sejalan dengan maksud dan tujuan didirikannya HIMAS oleh para sesepuh sekitar 42 tahun silam, yakni sebagai wadah ukhuwah silaturrahim sesama warga Simeulue di Banda Aceh dan sekitarnya.

“Jadi maksud dan tujuan, jumlah pengurus dan program kerja harus disesuaikan dengan melihat fungsi HIMAS dan kemampuan yang ada,” katanya memberi masukan. Dalam pembahasan draf tersebut, Saifuddin Samin ikut sejak pembukaan hingga selesai.

Atas saran tersebut, draf AD kemudian dibahas singkat dan padat, berisi 11 BAB dengan 22 pasal berikut poin turunannya yang mencantumkan berbagai hal penting sebagai fondasi pengurus dalam menakhodai HIMAS di masa mendatang.

Tim yang berhadir membahas draf AD/ART antara lain: DR. Amin Haris, M. Pd, Alimuddin, S.Pd,. M.Pd, Rasyidin A Rahim, Barlian, Drs. Abdurrahman, Juli Amin, Agusnin Arif, S.E, Yan Irwansyah, S.E, Wan Haryono, S.Kom, Erdi Mualim, Jumardi dan Hj. Suwarni Abu Bakar, SKM,. M.Ph, selaku ketua tim pembahasan draf program kerja.

Ketua HIMAS Banda Aceh, Agusnin Arif, menyampaikan terimakasih-nya atas waktu dan pikiran dari para tokoh masyarakat Simeulue sehingga draf AD HIMAS selesai walau belum 100 persen. “Setidaknya sudah ada draf lengkap untuk dibahas di Mubes nanti”.

“Ini merupakan cita-cita kami sejak awal terpilih sebagai ketua umum pada  kepengurusan HIMAS periode 2017 – 2021, empat tahun lalu. Dalam waktu dekat ini, draf ART dan Tatib Mubes juga akan  segera dirampungkan, sehingga payung hukum HIMAS menjadi lengkap,” kata Agusnin.[](red)

BACA JUGA:HIMAS Banda Aceh Bentuk Panita Mubes Tahun 2021

Saling Sapa App
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *