Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Perkara Sabu di Lhokseumawe, Oknum PNS Ini Divonis 16 Bulan Penjara

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe menjatuhkan vonis terhadap Terdakwa Mulkan alias Bobby, oknum PNS di Pemko Lhokseumawe, 16 bulan pidana penjara dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Jumat, 23 Juli 2021, putusan (vonis) tersebut dibacakan dalam persidangan dipimpin Budi Sunanda (Hakim Ketua) didampingi M. Yusuf dan Fitriani (Hakim Anggota), di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Kamis, 15 Juli 2021.

Saling Sapa App

Dalam putusan tersebut, Majelis Hakim menyatakan Terdakwa Mulkan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagaimana dalam dakwaan ketiga; Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Mulkan dengan pidana penjara selama satu tahun dan empat bulan; Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

“Menetapkan Terdakwa tetap ditahan,” bunyi amar putusan tersebut dikutip portalsatu.com dari laman resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Lhokseumawe.

Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti berupa satu buah celana panjang model jeans warna biru; satu buah kotak rokok gudang garam yang berisikan satu bungkus paket sabu yang dimasukkan ke dalam plastik transparan berles warna merah, dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan satu HP merk Iphone X warna merah dikembalikan kepada Terdakwa Mulkan. Selain itu, membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara Rp5.000.

Usai pembacaan putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Lhokseumawe, Al Muhajir, dan Terdakwa Mulkan didampingi Penasihat Hukumnya, Anita Karlina, menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, dalam persidangan pada hari yang sama, JPU Al Muhajir menuntut Terdakwa Mulkan divonis pidana penjara selama dua tahun.

Kajari Lhokseumawe Mukhlis melalui Kasi Intelijen Miftahuddin dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Jumat siang, membenarkan JPU menuntut terdakwa Mulkan dipidana dua tahun penjara, dan Majelis Hakim menjatuhkan vonis 16 bulan.

“Kalau yang bersangkutan (Terdakwa) banding, harus banding juga kita (JPU mengajukan kontra memori banding). Kalau (terdakwa) tidak banding, berarti JPU tidak banding, (putusan) diterima karena (hukuman dijatuhkan Majelis Hakim kepada Terdakwa) minimal 2/3 dari tuntutan,” ujar Miftahuddin.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Terdakwa Mulkan melalui Penasihat Hukumnya tidak mengajukan banding. Sehingga putusan Majelis Hakim PN Lhokseumawe atas perkara tersebut kini berkekuatan hukum tetap.

“(Saat sidang pembacaan pembelaan) intinya kita minta keringanan (hukuman), karena Terdakwa juga korban penyalahgunaan Narkoba. (Pada persidangan usai pembacaan putusan, 15 Juli 2021) kami (menyatakan) pikir-pikir,” kata Anita Karlina, advokat yang ditunjuk PN Lhokseumawe untuk menjadi Penasihat Hukum Terdakwa Mulkan.

Anita menyebut setelah sidang putusan itu sampai sekarang Terdakwa Mulkan tidak menyampaikan untuk banding. “Beliau tidak telepon saya. Kita mau ke LP (tempat terdakwa Mulkan ditahan) juga susah karena pandemi, tidak bisa jumpa kita,” ucap Anita menjawab portalsatu.com lewat telepon seluler, Jumat siang.

Diberitakan sebelumnya, Satres Narkoba Polres Lhokseumawe menangkap oknum PNS Pemko Lhokseumawe berinisial M (42) lantaran diduga menyimpan Narkotika jenis sabu di rumahnya kawasan Kecamatan Banda Sakti, Rabu, 17 Maret 2021, malam. (Baca: Ini Kronologi Penangkapan Oknum PNS di Lhokseumawe Terkait Kasus Sabu)

Sedangkan M (Mulkan) menyatakan sabu disita itu bukan miliknya. “Terus alat isap juga tidak ada di rumah karena niat kita memang tidak ada begitu, walaupun ada positif. Maka kita mohon kepada Bapak Kapolres untuk merehab atau apa, saya mohon keadilannya. Karena saat digeledah malam itu saya tidak ada makai sabu. Lagi pula ketika itu saya mau beli nasi goreng untuk anak,” ungkap M kepada para wartawan saat Polres Lhokseumawe menggelar konferensi pers, di Mapolres, Jumat, 19 Maret 2021. (Baca: Bantah Simpan Sabu, Oknum PNS Lhokseumawe: Saat Digeledah Mau Beli Nasi Goreng)[](red)

Saling Sapa App
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *