Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Kasus Kerumunan di Lhokseumawe, Ini Kata Polda Aceh Soal Oknum Polisi Kawal Selebgram

  • Bagikan

LHOKSEUMAWE – Polda Aceh akan memberikan sanksi terhadap oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lhokseumawe yang mengawal perjalanan selebriti instagram berinisial HK menggunakan mobil patroli pengawal saat menuju toko grosir milik KS di kawasan Pasar Inpres Lhokseumawe, Jumat, 16 Juli 2021.

Kehadiran selebriti instagram (Selebgram) Aceh HK ke toko KS menyebabkan terjadi kerumunan warga di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro pada masa pandemi Covid-19. Kegiatan Selebgram HK ke toko grosir tersebut dalam rangka endorsemen berdampak terjadinya kerumunan yang kemudian viral di media sosial.

Saling Sapa App

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy dikonfirmasi portalsatu.com, Sabtu, 24 Juli 2021, mengatakan oknum personel Satlantas yang mengawal Selebgram itu masih diproses oleh Unit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lhokseumawe dengan supervisi dari Propam Polda Aceh. Dia memastikan kedua oknum polisi itu akan disidang oleh Propam dan diputuskan sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

“Ada dua atau tiga orang (oknum polisi) kalau tidak salah. Mengawal menggunakan satu mobil patroli jalan raya (mobil patroli pengawal/Patwal) Satlantas Polres Lhokseumawe,” kata Winardy melalui pesan WhatsApp.

Diberitakan sebelumya, penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe menetapkan Selebgram HK dan pemilik toko grosir KS sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan, Jumat, 23 Juli 2021.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan penetapan tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa kedua terduga pelaku dan delapan saksi, termasuk satu saksi ahli terkait kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres Lhokseumawe.

Winardy menyebut berdasarkan hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa kerumunan masyarakat di toko grosir itu melanggar Kekarantinaan Kesehatan dengan mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018, juncto pasal 55 KUHP.

“Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana,” ujar Winardy.

Menurut Winardy, toko grosir milik KS telah disegel dan dipasang police line oleh personel Satpol PP dan WH dan Polres Lhokseumawe. Penyegelan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019, dan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor: 100/266/2020 perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.

“Kalau dilihat dari dua dasar hukum tersebut, secara jelas toko grosir itu telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat. Penyegelan tersebut terhitung mulai 23 Juli 2021 sampai batas waktu yang belum ditetapkan,” ujar Winardy.[]

Saling Sapa App
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *