Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Jafar Nekat Blokir Jalan Nasional, Lintas Blangkejeren-Kutacane Sempat Terganggu

  • Bagikan

BLANGKEJEREN – Jafar alias Ama Uwe, warga Desa Pengalangan, kawasan Bukit Cinta, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues (Galus), dibantu beberapa warga lainnya nekat memblokir Jalan Nasional di depan rumahnya. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi terganggu.

Beruntung aksi blokir jalan tersebut tak berlangsung lama. Pihak keluarga dibantu aparat TNI dan Polri akhirnya membuka kembali blokir jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal. Antrean panjang kendaraan akhirnya kembali terurai.

Saling Sapa App

Aksi Jafar memblokir Jalan Nasional itu terjadi Rabu (28/7/2021) mulai pukul 08.00 WIB. Jafar dengan dibantu beberapa warga setempat menempatkan kayu dan tumpukan batu di tengah-tengah jalan. Tak ayal arus transportasi seketika terhenti. Puluhan kendaraan roda empat berjejer panjang di kedua sisi jalan.

Jafar mengaku melakukan aksinya itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena tanahnya digunakan sebagai lintasan jalan tanpa ada penyelesaian. Hal itu terjadi sejak longsornya badan Jalan Nasional tujuh tahun lalu, yang mengakibatkan lintasan kendaraan bergeser ke dalam tanah miliknya.

“Kalau dilihat dan diukur, tanah yang selama ini digunakan untuk ruas jalan itu mencapai 200 meter persegi,” ungkap Jafar yang juga Anggota DPRK ini.

Satu hal yang sangat disayangkannya, setelah tujuh tahun berlalu belum ada inisiatif dari pemerintah maupun dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan tanahnya itu. Padahal aksi pemblokiran jalan ini bukan yang pertama dilakukannya. Jafar mengaku telah melakukan hal yang sama beberapa waktu lalu.

Saat itu, setelah dilakukan koordinasi melalui Dandim 0113/Galus dan pihak terkait dalam hal ini Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III PPK 3,4 Provinsi Aceh, blokir jalan dibuka karena pihak satker berjanji akan segera menyelesaikannya. “Tetapi sampai sekarang belum ada respons dari mereka. Kesannya mereka tidak ada itikad baik, sehingga kami bersama keluarga kembali melakukan menutup jalan tersebut,” ungkapnya.

Aksi penutupan jalan itu berlangsung hingga pukul 11.30 WIB. Pihaknya bersedia membuka kembali blokir jalan itu setelah Kapolres Galus bersama sejumlah personelnya turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi dan negosiasi. Proses pemindahan batu dan kayu dilakukan pihak keluarga dibantu TNI dan polisi.

Jafar mengatakan, dalam proses negosiasi itu, Kapolres berharap kepada pihak keluarga pemilik tanah agar memberikan toleransi selama satu minggu agar Jalan Nasional tersebut tidak diblokir. Kapolres berjanji akan berkoodinasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tanah ini.

Kepala Satker Wilayah III PPK 3,4 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, T Fadrial, yang dihubungi Serambi secara terpisah mengatakan akan menyelesaikan persoalan jalan itu secepatnya.

“Dalam waktu dekat ini akan diupayakan untuk ditangani dan persoalan tersebut akan kita selesaikan secepatnya,” kata dia.

Fadrial mengaku baru sekitar setahun bertugas di wilayah Kabupaten Galus. Dia juga baru sekarang mendengar permasalahan tanah warga yang dipakai untuk lintasan Jalan Nasional, meskipun pemilik tanah mengaku persoalan itu sudah berlangsung hampir tujuh tahun.

“Diupayakan pada tahun ini juga jalan yang amblas atau alternatif lainnya akan diselesaikan. Bahkan setidaknya tahun ini bisa ditangani secara bertahap,” ucap Fadrial.(c40)

video pilihan

Perintahkan KSAU Copot Danlanud & Dansatpom di Merauke, Panglima TNI: Itu yang Membuat Saya Marah

Saling Sapa App
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *