Menu
Apapun yang terjadi di Aceh, Anda yang pertama baca beritanya.

Menjadi Pendidik yang Cerdas dan Cakap Digital

  • Bagikan

CALANG – Rangkaian webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh kembali bergulir. Kali ini mengusung tema “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital”. Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 16 Juli 2021 pukul 09.00-12.00 WIB ini mengupas tentang pendidik yang harus cakap digital di era perkembangan teknologi informasi saat ini.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoax serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Saling Sapa App

Kegiatan yang secara nasional telah dibuka oleh Presiden Jokowi ini dilaksanakan secara simultan di semua daerah dengan target 10 juta partisipan mengikuti webinar dan tersentuh oleh literasi digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen guru dan tenaga pendidik, sukses dihadiri oleh sekitar 766 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Nurina, dosen; Arie Maya Lestari, dosen dan praktisi; Syarwan Joni, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Banda Aceh; dan Julianto, Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Bidang Pendidikan Menengah. Penggiat media sosial Joddy Caprinata bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo memberikan sambutan.

Pada Sesi pertama, Nurina menyampaikan pandemic Covid-19 mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat, seperti pembelajaran jarak jauh, institusi banyak mendapat tekanan finansial, mempercepat akses digital di semua industri, tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan. Maka dari itu seorang guru harus bisa terampil, kreatif, inovatif dan cakap dalam pembelajaran daring.

Giliran pembicara kedua, Arie Maya Lestari, mengatakan tips supaya berselancar di internet dengan sehat dan aman, yaitu hindarilah komputer publik, kemudian manajemen password, autentikasi dua faktor, jangan sembarangan instal plugin, serta updatelah browser.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Syarwan Joni, menjelaskan hal mendasar yang harus dimiliki guru adalah memiliki kesadaran global, dengan prinsip-prinsip pembelajaran holistik, kontekstual, dan futuristik. Serta kemampuan yang wajib guru miliki dalam mendukung pembelajaran abad-21 yaitu kemampuan menyelesaikan masalah, komunikasi dan kolaborasi, kreativitas dan inovasi serta literasi media informasi, komunikasi, dan teknologi.

Pembicara keempat, Julianto, menuturkan era digitalisasi ini guru dan peserta didik diharapkan mempunyai akun belajar.id dengan tujuan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Joddy Caprinata selaku Key Opinion Leader menyampaikan digital ini seperti dua mata pisau yang mana ada dampak positif dan juga negatif, serta etika dan budaya merupakan produk manusia maka dari itu bentuklah etika dan budaya dengan baik. Jadikan perkembangan teknologi ini untuk mempermudah kehidupan kita.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Armanisyah yang bertanya apakah literasi digital akan berpengaruh pada index PISA anak-anak Indonesia yang masih rendah? Narasumber Syarwan Joni menanggapi, literasi digital sangat berpengaruh bagi semua lapisan masyarakat, karena literasi yang menjadi tolak ukur kemampuan dan berkembangannya anak.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Jaya. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](*)

Saling Sapa App
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *