Kantor Imigrasi Banda Aceh 2021, Deportasi 13 WNA dan Penurunan Permohonan Pembuatan Paspor thumbnail

Kantor Imigrasi Banda Aceh 2021, Deportasi 13 WNA dan Penurunan Permohonan Pembuatan Paspor

Diposting pada

HARIANRAKYATACEH.COM – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banda Aceh dalam konferensi pers akhir tahun, menyampaikan sejumlah capaian atas kinerja selama 2021. Salah satu hal yang mencuat adalah sejak 2 Januari – 28 Desember 2021 permohonan pembuatan paspor mencapai 2.185.

Jumlah tersebut menurun dibanding tahun 2020, dimana permohonan paspor 8.139 orang. Sementara tahun 2021, permohonan paspor Republik Indonesia (RI) biasa 1.815 dan permohonan paspor RI elektronik sebanyak 370 orang.

Kepala Imigrasi Kelas I Banda Aceh, Telmaizul Syatri menyampaikan, penurunan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, beberapa tahun terakhir pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap semua sektor. Tanpa terkecuali mobilitas warga dunia.

“Penurunan permohonan paspor dikarenakan pandemi Covid-19. Sebelum pandemi melanda, permohonan paspor di Kantor Imigrasi TPI Banda Aceh rata-rata 150-200 orang per hari,” tutur Telmaizul, Jumat (31/12).

Lebih jauh, ia menjelaskan, kondisi seperti dijelaskan di atas berkorelasi terhadap penerbangan internasional dari dan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) tak dibuka. Hal tersebut menyebabkan penerbangan untuk umrah maupun penerbangan ke Malaysia juga tak ada. Umrah dan berpergian ke Malaysia adalah dua hal yang paling dominan dari setiap permintaan pembuatan paspor selama ini untuk Aceh.

Selamat pandemi 2021, rata-rata hanya ada permintaan sepuluh orang per hari untuk keperluan mendesak ke luar negeri, seperti berobat ke Malaysia. Mereka harus berangkat melalui Jakarta dan harus menjalani karantina sesuai Protkes, sebagaimana ketetapan yang ada.

Di saat yang sama, selamat tahun 2021 pihaknya juga mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan. Pertama, penghargaan sebagai Satuan Kerja Pelayanan Publik Berbasis HAM Tahun 2021 dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Kedua, penghargaan atas kelulusan penilaian TPI menuju TPN sebagai unit

kerja Pelayanan Berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Menkumham RI.

Di luar itu, pada konferensi pers tentang capaian kinerja kegiatan pelayanan dan penegakan hukum di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh selama 2021, juga mengabarkan mengenai penegakan hukum. “Sejak Januari hingga Desember 2021, Kantor Imigrasi Banda Aceh telah mendeportasi disertai usulan penangkalan terhadap 13 WNA. Mereka umumnya telah habis masa berlaku izin tinggal,” beber Telmaizul.

Mereka yang dideportasi meliputi empat WNA Myanmar, tiga WNA Malaysia, dua Pakistan, dan masing-masing satu orang WNA asal Belgia, Serbia, Brazil dan Jepang. Turut hadir saat konferensi pers ini, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Aka Imrajaya, Kasubbag Tata Usaha, Muhammad Hatta, Kasi Inteldakim, Adrian Iskandar, Kasi Intaltuskim Said Azhar serta segenap jajaran Imigrasi setempat.

Telmaizur mengatakan segala capai maupun temuan Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh selama tahun 2021 diperoleh berkat kerjasama tim. Ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi selama ini. Semua itu, semata-mata demi pelayanan publik yang baik untuk masyarakat. Tahun mendatang, pihaknya berikhtiar meningkatkan kinerja yang lebih optimal lagi.

“InsyaAllah tahun 2022 kita akan terus menggenjot kinerja. Akan ada sejumlah inovasi, yang nantinya kami duduk bersama terlebih dahulu. Kerjasama tim menjadi kunci bagi peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutupnya. (ra)