Pemuda Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Bahas Pengelolaan Migas thumbnail

Pemuda Muhammadiyah Aceh Gelar Seminar Bahas Pengelolaan Migas

Diposting pada

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengadakan seminar membahas pengembangan sumber daya manusia (SDM) Aceh dalam pengelolaan usaha hulu minyak dan gas (migas) di The Pade Hotel, Aceh Besar, Selasa (28/12/2021).

Seminar sehari itu menghadirkan pembicara yaitu Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Direktur SDM PLN Yusuf Didi Setiarto, Ketua Komisi II DPRA Irpannusir, dan Kepala Devisi Formalitas Hubungan Eksternal dan Security BPMA Adi Yusfan.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang di wakili Kabid Pembinaan Idiologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbagpol Aceh Munawarsyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Seminar ini adalah sesuatu hal yang penting, sebagai upaya pendidikan dan peningkatan kualitas intelektual kepada pemuda Aceh sekaligus pengembangan SDM terkait pengelolaan migas,” kata Munawarsyah.

Ia menjelaskan bahwa Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) lahir sebagai amanat Perdamaian Aceh yang diatur dalam UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Program Aceh Carong fokusnya adalah membangun masyarakat yang berkualitas dan berdaya saing ditingkat nasional dan regional melalui tingkat mutu pendidikan secara merata,” ujar dia.

Karena itu, ia mengajak seluruh institusi pendidikan dan Pemuda Muhammadiyah Aceh untuk terus memberikan dukungan dalam menciptakan SDM yang unggul, hingga mampu berkontribusi melanjutkan pembangunan Aceh yang lebih baik.

• Empat Napi di Aceh Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Penyebabnya dan Kronologis Pemindahan

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aceh (PWM) Dr Taqwaddin Husin dalam arahannya menyampaikan migas Aceh harus dikelola dengan baik oleh pihak yang sudah ditunjuk.

“Karena ini menyangkut dengan anggaran publik atau negara disini perlunya pengawasan dari berbagai pihak. Baik pengawasan yang bersifat internal maupun eksternal oleh Dirjen Kementerian. Ini adalah fungsi yang harus kita jalankan,” imbuhnya.

• Ardi Bakrie Minta Keringanan Tuntutan, Alasannya Harus Cari Nafkah dan Memimpin Berbagai Perusahaan

Taqwaddin Husin menambahkan, perlunya pengawasan agar pengelolaan migas Aceh benar-benar memberi kontribusi untuk kesejahteraan rakyat.

“Aceh yang begitu kaya dengan sumber daya alam yang melimpah ruah, tapi faktanya kita wilayah termiskin di Sumatera. Semoga pengelolaan migas ini dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.(*)