Ricuh di Lampung Tengah, Dua Terduga Pelaku Penikam Babinsa Ditahan thumbnail

Ricuh di Lampung Tengah, Dua Terduga Pelaku Penikam Babinsa Ditahan

Diposting pada

Polisi telah menahan dua pelaku penikaman aparat Babinsa sebagai buntut dari kericuhan antardua kelompok warga di Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Foto: Penusukan (ilustrasi)

Foto: pixabay

Kedua pelaku menyerang dengan senjata tajam saat dikonfirmasi Babinsa Serda Rohmadi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Polisi telah menahan dua pelaku penikaman aparat Babinsa sebagai buntut dari kericuhan antardua kelompok warga di Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung pada Senin (27/12) malam. Kedua pelaku menyerang dengan senjata tajam saat dikonfirmasi Babinsa Serda Rohmadi.

“Para pelaku masih diperiksa di Satreskrim Polres Lampung Tengah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas, Jumat (31/12).

Ia menyatakan, peristiwa keributan yang terjadi Seputih Surabaya antarkelompok hanya bersifat kriminal umum, tidak terjadi bentrok fisik kedua kelompok. Saat ini, kasusnya sudah ditangani polres.

Dua pelaku penikaman Babinsa Serda Rohmadi sudah diamankan di Mapolres Lampung Tengah. Keduanya berinisial IK dan DM dari Kampung Mataram Ilir, Lampung Tengah. Serda Rohmadi mengalami luka di bagian tangan saat menangani perselisihan kedua kelompok warga.

Berdasarkan keterangan warga, kasus penikaman diawali dari Serda Rohmadi didatangi warga binaan di Kampung Srikaton bernama Viko. Ia menyatakan telah didatangi empat warga dari Kampung Mataram Ilir. Adik Viko meminta pacar salah seorang dari empat warga Kampung Mataram Ilir untuk bertemu.

Serda Rohmadi mengonfirmasi kepada empat pemuda dari Kampung Mataram Ilir. Namun, Serda Rohmadi malah diserang empat pemuda tersebut secara spontan. Mereka menyerang dengan senjata tajam dan senjata tumpul.

Mendapat serangan tersebut, Serda Rohmadi melakukan perlawanan namun tangan kirinya mendapat sabetan senjata tajam. Setelah Serda Rohmadi terluka, empat pemuda tersebut kabur, dan ia dibawa warga ke Puskesmas Srikaton.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut. Menurut dia, warga diharap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kejadian tersebut kepada polisi.

Jika ada permasalah secara hukum, dia mengatakan, warga segera menghubungi aparat kepolisian dan pamong setempat, dan tidak menyebar isu-isu yang menyesatkan sehingga berdampak negatif. Saat ini, lanjut dia, kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif.