Wujudkan Herd Imunity, BIN Bireuen Kembali Gelar Vaksinasi di Sekolah thumbnail

Wujudkan Herd Imunity, BIN Bireuen Kembali Gelar Vaksinasi di Sekolah

Diposting pada
BIN Daerah Bireuen bekerjasama dengan Kacabdin Bireuen menggelar vaksinasi di SMA Negeri 1 Bireuen, Kamis (30/12). AKHYAR RIZKI RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bireuen bekerjasama dengan Kacabdin dan Dinas Kesehatan menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 1 Bireuen, Kamis (30/12) sejak pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Antusias siswa dan warga sekitar terhadap vaksinasi tersebut sangat tinggi, terlihat masyarakat datang tanpa ada pemaksaan dari pihak manapun.

Kapos BIN Daerah Bireuen, Iqbal Sugiharto kepada media ini mengatakan, sejumlah 563 warga Bireuen, terdiri dari pelajar dan masyarakat, mengikuti kegiatan tersebut. Padahal, sasaran target hanya 200 orang, namun antusias warga cukup tinggi.

“Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi. Padahal, sebelumnya di beberapa sekolah bahkan di pelosok perdesaan, juga sudah pernah dibuka gerai vaksin. Namun hari ini, BIN Bireuen kembali membuka gerai vaksinasi,” ujarnya.

Iqbal menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok (herd imunity). Vaksinasi bermaksud untuk mencapai 70% tingkat imunitas komunitas seperti targetnya presiden Republik Indonesia (RI).

“Kami dari BIN terus berupaya mengajak masyarakat Bireuen khususnya kalangan remaja, untuk mengikuti vaksinasi. Melihat antusias masyarakat sangat tinggi, kami berinisiatif menggelar vaksinasi ke setiap sekolah menengah di lingkungan Kabupaten Bireuen,” sebut Iqbal.

Sementara Kepala Sekolah SMA 1 Bireuen, Muhammad Wali S Pd mengaku, tidak ada pemaksaan kepada siswa dalam mengikuti vaksinasi. Sementara yang belum berani divaksin, akan diberi pemahaman pentingnya vaksin demi menjaga kekebalan tubuh supaya terhindar dari covid-19. Sehingga, bisa melakukan rutinitas belajar mengajar seperti biasa.

“Kami tidak bosan-bosannya mengajak siswa untuk mengikuti vaksin. Bagi yang sudah berani dan paham akan pentingnya mengikuti vaksin, langsung di daftarkan kepada tim medis. Sementara peserta yang memiliki riwayat penyakit, maka akan ditunda dan diberikan surat keterangan dokter,” pungkasnya. (akh)