10 Wanita di Bireuen jadi Korban Pemerkosaan Selama 2021, Penganiayaan Anak Meningkat thumbnail

10 Wanita di Bireuen jadi Korban Pemerkosaan Selama 2021, Penganiayaan Anak Meningkat

Diposting pada

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Tindak pidana kriminal kasus pemerkosaan penganiayaan anak yang terjadi di Bireuen dan ditangani Polres Bireuen tahun 2021 meningkat tajam dibandingkan tahun 2020.

Pemaparan data peningkatan kasus tersebut disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH dalam jumpa pers di Mapolres Bireuen, Jumat (31/12/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut Kapolres Bireuen didampingi Wakapolres Bireuen, Kompol Adli SE MM, Kasat Reskrim, AKP Arif Sukmono SIK, Kasat Lantas, AKP Andrew Agrifina Prima Putra SIK MH dan Kasat Narkoba, Iptu Yusra Aprillah.

Disebutkan, tahun 2021 tim penyidik Polres Bireuen menangani 10 perkara pemerkosaan, sedangkan tahun 2020 lalu hanya tiga kasus. Begitu juga kasus penganiayaan terhadap anak mengalami peningkatan sebanyak 15 kasus, sedangkan tahun sebelumnya hanya empat kasus.

• Tu Sop Lantik Pengurus BMU Aceh Jaya, Ini Kata Irfan TB

Sementara itu, kasus pencabulan mengalami penurunan hanya 15 kasus sedangkan tahun sebelumnya 26 kasus.

Beberapa kasus yang menonjol lainnya sepanjang tahun 2021, kata Kapolres, antara lain pencurian ada 66 kasus, pencemaran nama baik dua kasus, penelantaran keluarga tiga kasus.

Berikutnya, penipuan 17 kasus, pemalsuan surat, dokumen empat kasus, perzinaan dua kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 20 kasus, pencurian dengan tindak kekerasan tujuh kasus penggelapan 27 kasus.

• ASN Kemenag Aceh Timur Jadi Khatib Jumat di 24 Kecamatan, Kakankemenag di Masjid Baitul Izzah

Kemudian pembunuhan satu kasus, percobaan pembunuhan dua kasus, manipulasi data elektronik satu kasus dan berbagai kasus lainnya ditangani Polres Bireuen.

Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH mengatakan, aparat penegak hukum terus berusaha menyelesaikan berbagai kasus kriminal dan menyeret para tersangka untuk mendapat hukuman setimpal sebagaimana tindak pidana yang dilakukan.(*)