Aceh Masih Berpotensi Terjadi Hujan Deras thumbnail

Aceh Masih Berpotensi Terjadi Hujan Deras

Diposting pada

“Hujannya terjadi secara menyeluruh, sebagian ringan hingga sedang, dan sebagian lagi berpotensi terjadi hujan lebat. Kita perkirakan hingga pertengahan Januari 2022, kemudian nanti masuk masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” sebutnya.

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Saat ini provinsi Aceh sudah berada di penghujung musim hujan, meskipun demikian masih terjadi hujan dengan intensitas tinggi untuk 2-3 hari kedepan.

Hujan lebat diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhokseumawe, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, sebagian Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Pidie bagian pegunungan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Data dan Informasi BMKG Bandara Blangbintang, Zakaria Ahmad kepada Serambinews.com, Sabtu (1/1/2022).

“Hujannya terjadi secara menyeluruh, sebagian ringan hingga sedang, dan sebagian lagi berpotensi terjadi hujan lebat. Kita perkirakan hingga pertengahan Januari 2022, kemudian nanti masuk masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” sebutnya.

Selanjutnya, Zakaria juga menyampaikan angin kencang juga masih berpotensi terjadi di wilayah Sabang, Pidie, Aceh Besar, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.

Selain itu, ia juga menyampaikan secara umum selama 2-3 hari kedepan masih berpotensi terjadi gelombang tinggi, terutama untuk daerah Selat Malaka bagian Utara, Utara Sabang, Samudera Hindia Barat Aceh dengan ketinggian 2,5- 4 meter.

Kemudian untuk perairan  Utara Timur mulai Sigli hingga Aceh Tamiang diperkirakan tinggi gelombang 1,25- 2,5 meter.

Sementara Sabang- Banda Aceh itu sampai 3 meter.

“Untuk wilayah Gunung Paro, Gunung Kulu itu pohon tumbang dan juga tanah longsor. Selain itu tanah longsor juga berhati-hati untuk daerah Bireuen dekat ke Bener Meriah, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie bagian Geumpang, Tangse, Tutut, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Sabang,” kata Zakaria. (*)

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrim di Lhokseumawe dan Sekitarnya Pada Awal 2022