Mahasiswa Luar Aceh Tampilkan Tari Ratoh Jaroe di UBBG, Rafly Kande Ikut Meriahkan Pentas Budaya thumbnail

Mahasiswa Luar Aceh Tampilkan Tari Ratoh Jaroe di UBBG, Rafly Kande Ikut Meriahkan Pentas Budaya

Diposting pada

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa Modul Nusantara dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang menjadi mahasiswa tamu di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh menggelar Pentas Budaya di Planery Hall Kampus UBBG, Jumat (31/12/2021) pagi.

Acara ini sebagai salah satu kegiatan Modul Nusantara para mahasiswa pertukaran dengan tema “Santun Berseni dalam Ragam Budaya, Indonesia adalah Kami.”

Dalam pergelaran ini seluruh mahasiswa pertukaran (sebanyak 31 orang) menampilkan berbagai macam seni tari daerah, seni tari kreasi, dan seni musik.

“Penampilan dibuka dengan tarian ‘ratoh jaroe’ yang begitu memukau dan sempurna ditutup dengan tarian kreasi nusantara,” kata Kahumas UBBG, Hendra Kasmi kepada Serambinews.com, Minggu (2/1/2022) pagi.

• Dua Tersangka Anak Pemerkosa Gadis 15 Tahun di Nagan Raya Segera Diadili

Menurut Hendra, acara semakin meriah dengan hadirnya tamu spesial pada akhir acara, yakni musisi tersohor Aceh, Rafly Kande.

Anggota DPR RI asal Aceh yang jago nyanyi ini melantunkan dua karyanya, Ibu dan Ubat Hatee. Hadirin tidak saja terkesima, tapi sebagiannya juga ikut menyanyikan tembang yang cukup populer di kalangan masyarakat Aceh itu.

Rafly berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat silaturahmi anak bangsa, terutama dalam mempromosikan dan mempersatukan berbagai ragam budaya Indonesia yang kaya.

“Saya juga berharap mahasiswa bisa menghasilkan karya seni terbaik,” kata politisi PKS kelahiran Aceh Selatan ini.

Pentas Budaya tersebut dibuka oleh Rektor UBBG, Dr Lili Kasmini MSi.

“Saya bangga atas terselenggaranya kegiatan hebat ini,” kata Lili.

• Sering Nyeri Sendi dan Lutut? dr Zaidul Akbar Ungkap Buah dan Rempah Ini Bisa Meredakan Nyeri Sendi

Di mata Lili, penampilan para mahasiswa tamu pada Pentas Budaya ini luar biasa.