Polisi Masih Mintai Keterangan Ahli, Terkait Kasus Tindak Pidana ITE di Bireuen thumbnail

Polisi Masih Mintai Keterangan Ahli, Terkait Kasus Tindak Pidana ITE di Bireuen

Diposting pada

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kasus penipuan di situs prakerja tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan dua tersangka hingga Sabtu (31/12/2021) masih dalam tahap memintai keterangan dari saksi ahli. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Mike Hardy Wirapraja SIK MH yang  didampinggi Kasat Reskrim AKP Arief Sukmo Wibowo, Jumat (31/12/2021) terkait perkembangan penyelidikan kasus yang melibatkan  dua tersangka ditangkap beberapa waktu lalu.  

Kasat Reskrim mengatakan, saat ini tim penyidik sedang memintai Keterangan dari saksi ahli menyangkut tindak pidana tersebut. “Berkasnya hampir rampung tinggal melengkapi dengan keterangan dari saksi ahli,” ujarnya. Ditambahkan, pemeriksaan terhadap kedua tersangka hampir selesai.

Dimana, kasus ITE itu melibatkan dua tersangka, HE (36) pekerjaan wiraswasta, alamat Desa Alue Rheng, Kecamatan Peudada. Kemudian, RI (36), juga wiraswasta, warga Desa Sangso, Kecamatan Samalanga.

Dua tersangka menurut penyelidikan tim Polres Bireuen sudah menikmati insentif Prakerja Rp 150 juta lebih. Mereka diduga menggunakan ratusan nomor induk kependudukan atau NIK orang lain di website Prakerja untuk mendapat bantuan dari pemerintah pusat itu secara online. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya tim Resmob Satuan Reskrim Polres Bireuen, Kamis (2/12/2021) menangkap dua warga Bireuen dalam waktu dan tempat yang sama.

Kedua pria tersebut diamankan karena diduga melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan memanfaatkan website Prakerja.

Dalam website ini salah satunya tersedia Program Bantuan Presiden Jokowi di masa pandemi Covid-19.(*)

Baca juga: 20 Menit Setelah Tanggul Jebol, Ketinggian Air Dalam Rumah Warga Capai Satu Meter 

Baca juga: Selain Cassandra, Polisi Ungkap Ada Artis Lain Terlibat Prostitusi, Siapa Saja?