Tanggul Krueng Peutoe Tanah Luas Jebol, Pengguna Jalan Nasional Diminta Berhati-hati thumbnail

Tanggul Krueng Peutoe Tanah Luas Jebol, Pengguna Jalan Nasional Diminta Berhati-hati

Diposting pada

LHOKSUKON – Tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peutoe di Desa Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, jebol, Ahad, 2 Januari 2022, siang.

Penyebab jebolnya tanggul itu diperkirakan karena debit air sungai terus meningkat akibat curah hujan tinggi. Waduk Keureutoe di Paya Bakong mulai membuka kanal air secara berkala, sehingga debit air sungai meningkat drastis.

Warga Paya Beurandang bersiaga sejak Sabtu (1/1) malam. Warga terlihat memantau kondisi ketinggian air di pinggiran tanggul desa itu, Ahad (2/1) pagi. Lalu, tanggul sungai tersebut jebol pada Ahad siang, sehingga beberapa desa terendam banjir.

Banjir juga merendam jalan nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Paya Beurandang.

(Foto: Amrizal)

Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara dikoordinir Jailani (40) bersama pihak Polsek Tanah Luas dan pemuda Paya Beurandang membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi tanggul yang jebol.

“Warga yang akan melintas harap hati-hati, jangan memaksakan diri karena air di jalan sudah meninggi,” ujarnya.

Sementara itu, dampak banjir di Lhoksukon menutup akses jalan ke kantor pemerintahan. Para pemilik toko di Ibu Kota Aceh Utara tersebut sejak pagi bersiap mengamankan barang dagangan mereka. Warga juga tampak mengamankan harta benda di rumah mereka ke tempat lebih tinggi.

“Jalan ke kantor pemerintahan kecamatan tidak bisa lagi diakses. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa,” kata Camat Lhoksukon, Hanifza Putra, S.STP., M.Si., ditemui wartawan di lokasi itu.

Banjir turut merendam Kantor Polsek Lhoksukon. “Posisi kantor yang rendah sehingga setengah kantor sudah tenggelam. Meskipun kantor sudah tergenang banjir, pelayanan untuk masyarakat tetap lanjut,” kata Kapolsek Lhoksukon, Iptu Samsul, dihubungi melalui pesan WhatsApp, Ahad siang.

(Foto: Amrizal)

Sebelumnya diberitakan, data sementara sesuai laporan Camat dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) kepada Bupati Aceh Utara, Ahad (2/1), sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon terdampak banjir, yakni Gampong Meunasah Rayeuk dengan jumlah 155 KK atau 210 jiwa, Gampong Meucat 43 KK (150 jiwa), Gampong Nga LT 230 KK (700 jiwa).

Berikutnya, Gampong Manyang 350 KK (1.600 jiwa), Gampong Babah Geudubang 136 KK (400 jiwa), Gampong Meurbo 132 KK (402 jiwa), Gampong Krueng LT 45 KK (176 jiwa), Gampong Rawa 71 KK (250 jiwa), Gampong Jok LT 210 KK (450 jiwa), Gampong Meuriya 45 KK (180 jiwa), dan Gampong Meunasah Blang 361 KK (1.369 jiwa).

Pantauan di lapangan, Gampong Dayah LB, Kecamatan Lhoksukon, juga terendam banjir, Ahad (2/1).

Data sementara dari laporan Camat dan TKSK, di Kecamatan Tanah Luas, banjir akibat hujan deras dan meluapnya Krueng (Sungai) Keureutoe merendam sejumlah desa. Yaitu, Gampong Serbajaman Baroh 45 rumah terendam (50 KK, 183 jiwa), Gampong Blang 78 rumah terendam (98 KK, 390 jiwa), Gampong Tanjong Mesjid 38 rumah terendam (46 KK, 168 jiwa).

Berikutnya, Gampong Rayeuk Kuta 75 rumah terendam (83 KK, 192 jiwa), Gampong Ampeh (35 KK, 45 jiwa), Gampong Keude Blang Jruen 10 rumah terendam (11 KK, 42 jiwa), dan Gampong Alue Keujruen 65 rumah terendam (79 KK, 238 jiwa).

Di Kecamatan Cot Girek, banjir merendam Gampong Trieng (40 KK, 125 jiwa).

Banjir juga merendam sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Utara. Di antaranya, Langkahan dan Banda Baro.[](mag-amrizal)