16.974 Warga Lhoksukon Mengungsi Akibat Banjir thumbnail

16.974 Warga Lhoksukon Mengungsi Akibat Banjir

Diposting pada

LHOKSUKON – Banjir yang masih melanda kawasan Kabupaten Aceh Utara menyebabkan ribuan warga mengungsi. Di Kecamatan Lhoksukon jumlah pengungsi tercatat 16.974 jiwa dari 4.914 Kepala Keluarga (KK).

Camat Lhoksukon Hanifza Putra dalam laporannya kepala Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, Senin, 3 Januari 2022, mengungkapkan jumlah pengungsi sebanyak itu berasal dari 30 desa yang terdampak banjir.

Banjir juga membuat jalan di depan Kantor Bupati Aceh Utara di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, tergenang.

Reza (24), warga Parang Sikureung, Kecamatan Matangkuli, bersama kawan-kawannya berinisiatif menyewakan jasa transportasi kendaraan roda dua untuk melintasi banjir di depan kantor bupati. Tarif sekali angkut Rp20 ribu menggunakan mobil L300 pikap.

Reza menuturkan banjir di Matangkuli sudah mulai surut, sehingga mereka mencoba menyediakan jasa transportasi di depan kantor bupati.

Pantauan di lokasi, Reza dan kawannya menaikkan sepeda motor warga ke mobil pikap di Simpang Landeng, Desa Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon.

(Foto: Amrizal)

Warga lainnya Muslem Hamidi (27) asal Desa Keutapang, Kecamatan Lhoksukon terpaksa jalan kaki untuk membawa pulang sembako bagi keluarganya yang mengungsi di meunasah (surau).

Sementara Khairul (34) warga Langkahan mengaku masih kesulitan berkomunikasi dengan jaringan telepon dan internet akibat pemadaman listrik. Ia harus mencari titik lokasi di pinggir desa dekat persawahan untuk bisa mendapatkan sinyal.

Adapun jumlah pengungsi di Kecamatan Lhoksukon berdasarkan laporan camat setempat adalah di Meunasah Rayeuk (210 jiwa), Meucat (150 jiwa), Nga (700 jiwa), Manyang (1.600 jiwa), Babah Geudeubang (400 jiwa), Meurbo (402 jiwa), Krueng (176 jiwa), Rawa (250 jiwa), Jok (450 jiwa), Meuriya (180 jiwa).

Lalu di Gampong Blang (1.369 jiwa), Beuringin (698 jiwa), Geulumpang (366 jiwa), Kuta Lhoksukon (1.958 jiwa), Ceubrek (1.428 jiwa), Trieng Matang Ubi (1.300 jiwa), Meunasah Asan (600 jiwa), Meunasah Pante (100 jiwa), Ulee Tanoh (55 Jiwa), Meunye (305 jiwa).

Kemudian di gampong Matang Meunye (247 jiwa), Matang Teungoh (55o jiwa), Meunasah Teungoh (600 jiwa), Nga (523 jiwa), Pulo Dulang (222 jiwa), Meunasah Rambot (810 jiwa), Alue Drien (65 jiwa), Asan (205 jiwa), Alue Buket (600 jiwa), dan Keutapang (455 jiwa). [Mag Amrizal]