20 Ribu Warga Aceh Timur Terdampak Banjir thumbnail

20 Ribu Warga Aceh Timur Terdampak Banjir

Diposting pada
Warga Pante Rambong Kecamatan Pante Bidari, Kab. Aceh Timur saat hendak dievakuasi menggunakan sampan warga, Minggu (2/1). Maulana/ Rakyat Aceh.

IDI (RA) – Hujan lebat mengguyur Kabupaten Aceh Timur sejak 31 Desember 2021 lalu, sebanyak 14 Kecamatan tergenang banjir dan beberapa wilayah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah merilis data sementara korban banjir terdapat di 14 kecamatan tersebar dalam 81 gampong dengan rincian korban terdampak 20.603 jiwa. Sementara yang mengungsi terdapat 6.665 jiwa, dan yang tidak mengungsi 13.899 jiwa.

“Akibat hujan deras yang terjadi dan meluapnya beberapa sungai pada tanggl 30 Desember 2021 menyebabkan banjir di beberapa kecamatan dalam kabupaten Aceh Timur. Ini merupakan data sementara yang kita peroleh sembari menunggu hasil terbaru yang kami dapati dilapangan,” ujar kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, SE dikonfirmasi Rakyat Aceh, Minggu 2/1.

Ashadi menyebutkan intesitas hujan semakin meningkat sehingga sejumlah wilayah ketinggian air capai satu meter lebih. Ia pun meminta kepada masyarakat yang berada di kawasan terendah agar segera mengungsi ke tempat yang aman.

“6.665 jiwa yang mengungsi ini berada ditempat yang aman. Sebagian mereka memilih pada posko pengungsian, menasah, dan rumah – rumah kerabatnya yang aman,” imbuh Ashadi.

Disebutkannya juga, dalam musibah ini seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Desa Seunebok Buya, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur korban bernama Fajri Saputra. Korban dilaporkan terseret banjir pada Sabtu (1/1/) sekira pukul 12.30 WIB.

“Saat itu, korban berjalan pulang dari Keude Keumuneng bersama rekannya. Namun, tiba tiba korban terpeleset ke parit hingga akhirnya terjatuh dan terserat karena derasnya arus air,” kata Ashadi.

Empat Kecamatan di Langsa Terendam Banjir

Sementara itu akibat hujan sepanjang hari akhir tahun mulai 31 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022, empat kecamatan di wilayah Kota Langsa terendam banjir. Bahkan beberapa gampong mengalami kedalaman air mencapai 1 meter, Minggu (2/1).

Empat kecamatan terendam banjir yakni; Kecamatan Langsa Lama terdiri dari Gampong Meurandeh Kloneng, Asam Peutek, Meurandeh Teungoh, Sidorejo, Sidodadi, Pondok Pabrik dan Gampong Seulalah Baru. Kecamatan Langsa Baro yakni Gampong Karang Anyar dan Lengkong.

Kemudian, Kecamatan Langsa Timur yakni Gampong Buket Pulo, Meudang Ara, Sukarejo dan Gampong Alue Pineung Timue. Sedangkan Kecamatan Langsa Kota yakni Gampong Teungoh dan Gampong Jawa.

Berdasarkan informasi diperoleh Rakyat Aceh menyebutkan, untuk wilayah Gampong Meurandeh Teungoh, Asam Peutek dan Meurandeh Kloneng, air mulai naik ke pemukiman warga sekitar pukul 00.00 WIB.

Untuk Gampong Pondok Keumuning dan gampong lainnya air mulai naik bervariasi sekitar pukul 08.00 WIB dan pukul 11.00 WIB. Untuk Gampong Pondok Keumuning kawasan banjir lebih parah di Dusun Perdamaian dan Kecamatan Langsa Kota di Lorong Nga dan Lorong Permai Gampong Teungoh, sedang Gampong Jawa di Dusun Tanjung Putus.

Sementara itu Geuchik Gampong Pondok Keumining Saiful Azhar, selaku salah satu gampong yang terendam banjir mengatakan, sebanyak 110 kepala keluarga (KK) di gampongnya menjadi korban banjir.

Untuk memenuhi kebutuhan pokok para korban banjir tersebut aparatur gampong mendirikan dapur umum bersama para ibu-ibu PKK, kemudian menyalurkan makanan yang sudah dimasak kepada mereka.

“Kita sengaja memasak langsung di dapur umum seperti nasi dan mie instan, kemudian diberikan kepada warga korban banjir, karena kalau diberikan yang belum di masak nantinya mereka repot lagi,” demikian ujar Saiful. (mol/dai)