BPBD Aceh Tamiang Sebut 1.396 Rumah Terendam thumbnail

BPBD Aceh Tamiang Sebut 1.396 Rumah Terendam

Diposting pada

HARIANRAKYATACEH.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang mencatat terdapat ribuan rumah penduduk Aceh Tamiang baik di hulu dan hilir terendam banjir luapan sungai. Hingga, Senin (3/1) korban banjir yang mengungsi dipastikan terus bertambah, namun petugas BPBD setempat masih terus melakukan pendataan.

“Dampak bencana banjir terjadi di 19 kampung dan 6 kecamatan. Data sementara berdasarkan laporan dari masing-masing kecamatan, rumah yang terendam banjir totalnya mencapai 1.396 unit dan korban banjir sekitar 10 ribu jiwa,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Tamiang, Diwan Syahputra, Senin (3/2/2022).

Adapun daftar korban terdampak banjir masing-masing, Kecamatan Tamiang Hulu (1 kampung), Ronggoh sebanyak 50 KK atau 150 jiwa. Kemudian Kecamatan Bandar Pusaka (7 kampung), Babo 210 KK atau 630 jiwa, Pengidam 205 KK atau 615 jiwa, Cempa 171 KK atau 513 jiwa, Batu Bedulang 80 KK atau 240 jiwa, Bangkelang 22 KK atau 66 jiwa, Rantau Bintang 60 KK atau 180 jiwa dan Serba 30 KK atau 90 jiwa.

Berikutnya Kecamatan Sekerak (3 kampung), Juar 18 KK atau 54 jiwa, Sulum 50 KK atau 150 jiwa dan Pematang Durian 60 KK atau 180 jiwa. Kecamatan Karang Baru (tiga kampung), Suka Jadi 60 KK atau 180 jiwa, Selele 40 KK atau 120 jiwa dan Alur Baung 50 KK atau 150 jiwa.

Disusul Manyak Payed (4 kampung), Bandung Jaya 100 KK atau 300 jiwa, Batang Ara Jawa 80 KK atau 240 jiwa, Ie Bintah 60 KK atau 180 jiwa, Kreung Sikajang 90 KK 270 jiwa dan Kecamatan Banda Mulia (1 Kampung), Paya Raja belum terdata.

“Data ini mungkin terus bertambah kerena air sungai kiriman dari hulu sudah meluap di wilayah hilir,” terangnya.

“Sebagian warga terdampak banjir telah dievakuasi di tenda-tenda pengungsian. Namun untuk jumlah pengungsi masih dalam pendataan kami. Ada juga warga yang memilih tetap bertahan,” lanjut Diwan Syahputra.

Dijelaskannya, selain banjir bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Manyak Payed. Material longsor sempat menimbun sebagian badan jalan antar kecamatan sehingga akses terputus. Terkait bencana alam ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan pendataan dan siaga di lokasi bencana.

“Kami sudah menurutkan Satgas PB, perahu politelin dan perahu karet untuk melakukan evakuasi. Kendalanya saat ini banyak pengunsi minta tenda tapi persediaan tenda di BPBD terbatas,” ungkapnya.

Diwan menambahkan, anggota BPBD Atam dilaporkan terjebak banjir saat menyalurkan bantuan logistik.

“Anggota kami delapan orang juga tidak bisa keluar terjebak banjir di Kampung Serba, Bandar Pusaka,” tukasnya.

Bupati Aceh Tamiang Mursil telah meninjau beberapa titik lokasi banjir terparah di wilayah hulu, dengan manaiki rakit kayu dan batang pisang.

“Kami sejak pukul 05.30 WIB sudah ke lapangan cek lokasi banjir. Seluruh data korban banjir sedang dalam perekapan petugas BPBD kita,” ujar Mursil via telepon seluler. (ddh)