Bupati Aceh Utara Umumkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Berlaku 14 Hari thumbnail

Bupati Aceh Utara Umumkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Berlaku 14 Hari

Diposting pada

SatuAcehNews | Aceh Utara – Bupati Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek Mad, mengumumkan status tanggap darurat terkait bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan dengan Nomor 360/1/2022 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana alam banjir di Kabupaten Aceh Utara yang ditandatangani pada 02 Januari 2022.

Puluhan desa di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Aceh Utara hingga Senin (03/01/2022) siang masih digenangi banjir. Ketinggian debit banjir juga bervariasi, mulai dari 50 cm hingga 180 cm.

Sebagaimana informasi yang diperoleh SatuAcehNews, banjir terparah terjadi di Kecamatan Langkahan, Kecamatan Pirak Timu, dan Kecamatan Lhoksukon. Bahkan, ruas jalan Nasional Banda Aceh – Medan tepatnya di pusat Ibukota Aceh Utara yakni Lhoksukon, juga digenangi banjir setinggi lutut orang dewasa.

Terkait hal ini, Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib atau Cek Mad, mengeluarkan Surat Keputusan dengan Nomor 360/1/2022 tentang penetapan status tanggap darurat penanganan bencana alam banjir di Kabupaten Aceh Utara yang ditandatangani pada 02 Januari 2022.

Dijelaskan dalam surat keputusan yang dikirimkan Kabag Humas Setdakab Aceh Utara, Hamdani, menerangkan, bahwa pada hari Minggu tanggal 2 Januari 2022 Pukul 07.00 WIB telah terjadi Bencana Alam Banjir di beberapa Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara akibat curah hujan yang tinggi sejak tanggal 31 Desember 2022.

Sehingga meluapnya air Sungai/Kreung Keureuto, Sungai/Krueng Peuto, Sungai Krueng Pirak, Sungai/Kreung Jambo Aye dan Sungai/Kreung Pase di Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh BPBD Aceh Utara tanggal 02 Januari 2022, bencana alam banjir sebagaimana telah terjadi korban jiwa, kerusakan berbagai sarana dan prasarana, infrastruktur, daerah aliran sungai, rusaknya tanggul sungai, lahan pertanian, perkebunan dan daerah permukiman penduduk tidak dapat difungsikan lagi.

Maka oleh karena itu, Bupati Aceh Utara melalui Surat Keputusan menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir di Kabupaten Aceh Utara. Masa Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam banjir berlangsung selama 14 (empat belas) hari, terhitung mulai tanggal 2 Januari 2022.

“Masa Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Alam Banjir dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan penanganan darurat bencana di lapangan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” demikian terang Cek Mad dalam Surat Keputusan. (CSB)