Tersandung Kasus Ganja, Dua Warga Subulussalam Dibekuk Polisi, Satu dari Aceh Tenggara thumbnail

Tersandung Kasus Ganja, Dua Warga Subulussalam Dibekuk Polisi, Satu dari Aceh Tenggara

Diposting pada

SUBULUSSALAM – Kepolisian Resort Subulussalam membekuk tiga orang penyalahgunaan narkotika jenis ganja Minggu, 2 Januari 2022 sekitar pukul 20.30 WIB. Dua di antaranya warga Kota Subulussalam, satu dari Aceh Tenggara.

“Telah dilakukan penangkapan, penggeledahan dan penyitaan terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis ganja,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono kepada portalsatu.com, Senin, 3 Januari 2022.

Kapolres Qori menjelaskan ketiga tersangka ditangkap di tiga lokasi terpisah di wilayah hukum Polres Subulussalam, pertama tersangka HW bin S diamankan di Desa Batu Napal, Kecamatan Sultan Daulat.

Berikutnya, AD bin AK (alm) dibekuk di Desa Blegen Mulia, Kecamatan Simpang Kiri dan KW bin S warga Aceh Tenggara ditangkap di Lapangan Beringin, Kota Subulussalam.

Satres Narkoba Polres Subulussalam juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 23 paket ganja 170 gram dari tersangka HW warga Batu Napal. Selanjutnya, satu bungkus ganja dibalut lakban warna coklat 970 gram dari tersangka AD penduduk Desa Pegayo. Berikutnya, satu bungkus ganja dibalut lakban warna coklat 1.150 gram dari tersangka AD.

“Atas penangkapan ketiga pelaku dan barang bukti narkotika tersebut mereka mengakui bahwa ganja tersebut didapat dari Aceh Tenggara (Kuta Cane) dengan cara membeli dari seseorang berinisial T (DPO),” ungkap Qori Wicaksono.

Saat ini, kata Kapolres Qori Wicaksono ketiga tersangka bersama barang bukti telah diamankan ke Sat Resnarkoba Polres Subulussalam guna proses penyidikan lebih lanjut.

Mereka dikenakan pasal 111, dan pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara maksimal 20 tahun penjara, atau denda Rp 800 juta. []