Banjir, 26.482 Warga Aceh Utara Mengungsi – Ketinggian Air 2 Meter” thumbnail

Banjir, 26.482 Warga Aceh Utara Mengungsi – Ketinggian Air 2 Meter”

Diposting pada
BANJIR- Kondisi banjir di Kecamatan Langkahan Aceh Utara yang menyebabkan empat gampong warga berjumlah 3.443 jiwa terpaksa mengungsi, sejak Ahad kemarin dan Senin (3/12). FOR RAKYAT ACEH.

LHOKSUKON (RA) – Sebanyak 26.482 jiwa atau 7.145 kepala keluarga (KK) warga di 7 kecamatan di Aceh Utara terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.

Ketinggian air diperkirakan antara 50 centimeter hingga 2 meter setelah meluapnya sejumlah sungai dan jebolnya tanggul sungai di Aceh Utara.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Utara, Murzani S.Sos MT, dikonfirmasi Rakyat Aceh kemarin (3/1) mengatakan, hujan yang melanda selama tiga hari ini membuat air Krueng Peutoe, Sungai Krueng Keureuto, Sungai Krueng Pirak, Arakundi, Krueng Tanah Merah Langkahan.

Ditambah lagi, jebolnya tanggul sungai sehingga merendam pemukiman penduduk seputar aliran sungai. Ibukota Aceh Utara di Kecamatan Lhoksukon ikut terendam banjir.

Bahkan, jalan lintas Medan-Banda Aceh dikawasan Lhoksukon pada Ahad kemarin hingga Ahad malam tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat berukuran kecil dan termasuk sepeda motor.

Disebutkan, sejak kemarin puluhan ribu warga di tujuh kecamatan di Aceh Utara terpaksa mengungsi dan mencari lokasi yang aman dari genangan banjir.

Mereka yang mengungsi yakni dari Kecamatan Matang Kuli ada 11 gampong warga yang mengungsi berjumlah 486 kepala keluarga (KK) atau 2.275 jiwa, Kecamatan Lhoksukon 21 gampong warga mengungsi mencapai 3.737 KK atau 14.945 jiwa, Pirak Timu terdapat 10 gampong warga mengungsi berjumlah 699 kk atau 3.313 jiwa dan Tanah Luas 12 gampong warga mengungsi berjumlah 1.027 kk atau 3.302 jiwa.

Kemudian, Kecamatan Samudera tiga gampong warga mengungsi berjumlah 303 kepala keluarga, Langkahan ada empat gampong warga mengungsi mencapai 892 kepala keluarga atau 3.443 jiwa dan kecamatan Kuta Makmur ada tiga gampong warga mengungsi berjumlah 200 jiwa.

“Jadi bagi warga yang mengungsi telah didirikan dapur umum dan tenda pengungsian, kita masih terus melakukan pendataan dilapangan terhadap kerusakan dan menyediakan bantuan masa panik didapur umum yang dibantu oleh TNI/Polri,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini jalan lintas Medan- Banda Aceh dikawasan Lhoksukon masih terendam banjir, tapi sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat dan roda dua.

Sementara itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto melalui Danramil 29/Langkahan Kapten Inf Fakhrizal dikonfirmasi Rakyat Aceh menyampaikan, akibat tingginya curah hujan di wilayah Kecamatan Langkahan hingga meluapnya sungai Arakundi, Krueng Tanah Merah.

Kondisi itu, membuat beberapa gampong di pedalaman Aceh Utara ini dan perumahan ikut terendam, Dengan ketinggian air antara 100 sampai 200 centimeter sehingga menyebabkan warga di empat gampong harus mengungsi.

Masing-masing, warga Gampong Lubuk Pusaka berjumlah 186 KK atau 724 Jiwa dan dapur umum berasa di Balai Desa dan Bukit line pipa. Kemudian, Gampong Bukit Linteung 186 KK atau 548 jiwa dan dapur umum berada di Serter.

Selanjutnya, Gampong Geudumbak 266 KK atau 750 jiwa, dapur umum berada di Kantor Geuchik dan lokasi SD Geudumbak serta Gampong Tanjung Dalam 246 KK atau 1400 jiwa, dapur umum di Balai Desa dan dilokasi keramba.

“Bantuan masa panik telah disalurkan ke dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi,”ucapnya. (arm/min)