Dampak Banjir di Aceh Utara 32.854 Warga Mengungsi thumbnail

Dampak Banjir di Aceh Utara 32.854 Warga Mengungsi

Diposting pada

LHOKSUKON –   Banjir yang Kabupaten Aceh Utara menyebabkan 32.854 warga dari 9.766 kepala keluarga (KK) di 113 desa dalam 15 kecamatan harus mengungsi. Dua anak juga meninggal dunia.

Di Kecamatan Cot Girek 116 KK harus mengungsi, banjir melanda desa Trieng, Cot Girek, U Baro, dan desa Beurandang Dayah. Sebagain pemukiman dan perkebunan warga terendam. Pondasi jembatan akses menuju makam pahlawan nasional Cut Meutia juga tergeser akibar banjir.

Sementara di Kecamatan Matang Kuli banjir menengangi rumah penduduk dan sawah dengan ketingian mencapai setengah meter, seorang anak di gampong Meuria, Andika (11) meninggal dunia, 842 rumah terendam di 21 desa, 1.289 warga dari 486 KK harus mengungsi.

Di Kecamatan Lhoksukon, banjir akibat jebolnya tanggung sungai Krueng Peutoe menyebabkan pemukiman warga di 39 desa tergenang, jumlah warga yang mengungsi mencapai 14.945 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Dewantara banjir melanda desa Tambon Tunong, Uteuen Geulinggang, dan Keude Krueng Geukueh. Banjir juga menyebabkan area persawahan terendam di desa Paloh Lada (Palda), Pulo Rungkom, Ulee Pulo, Paloh Igeuh, dan Lancang Barat, tapi genangan air sudah mulai surut.

Di Kecamatan Sawang banjir menyebabkan terjadinya longsor tanah badan jalan elak, serta terkikisnya tanah dan batu di bawah jembatan gantung penghubung desa Riseh Tuengoh dengan desa Gunci. Tak ada pengungsi akibat banjir di kecamatan ini, begitu juga dengan Kecamatan Banda Baro, meski perumahan dan persawahan warga tergenang.

Jumlah pengungsi akibat banjir di Kecamatan Lhoksukon tercatat 14.945 jiwa. Banjir di kawasan ini terjadi akibat jebolnya tanggul Krueng Peutoe. Sedangkan di Kecamatan Pirak, meluapnya air sungai Krueng Pirak mengakibatkan terendamnya area persawahan dan pemukiman penduduk, dari 5.706 jiwa (1.405 KK) yang terdampak banjir di kecamatan ini, 3.313 jiwa (699 KK) harus mengungsi.

Banjir juga melanda Kecamatan Tanah Luas, longsornya tebing sungai Krueng Keureutoe di desa Beurandang menyebabkan 269 rumah terendah, banjir di kawasan ini juga membuat jalan nasional Medan – Banda Aceh terendam. Jumlah pengungsi di Kecamatan Tanah Luas tercatat 3.302 jiwa.

Berlanjut ke Kecamatan Samudera, tebing Krueng Pase di desa Blang Kabu amblas sepanjang 10 meter, sehingga membuat air meluap ke pemukiman warga. Satu orang anak atas mana M Rafa Alfarisi (6,5) di Krueng Mate meninggal dunia.

Meluapnya Krueng Jambo Aye di Kecamatan Langkahan juga menyebabkan pemukiman dan perkebunan warga terendam, 1.292 warga harus mengungsi. Hal yang sama juga terjadi ke Kecamatan Kuta Makmur, banjir yang terjadi akibat meluapnya Krueng Seunong menyebabkan 200 warga harus mengungsi.[]