Personel Satlantas Singkirkan Tumpahan Material di Jalan dan Dishub Surati Pemilik Truck‎ di Simeulue  thumbnail

Personel Satlantas Singkirkan Tumpahan Material di Jalan dan Dishub Surati Pemilik Truck‎ di Simeulue 

Diposting pada
Personel Satlantas Polres Simeulue, sedang membersihkan tumpahan material di jalan umum yang menghubungkan  Kecamatan Teupah Selatan dan Kecamatan Simeulue Timur. Selasa (4/1). Ahmadi – harianrakyataceh.com ‎

‎HARIANRAKYATACEH.COM – Jamin keselamatan pelintas, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Simeulue, turun langsung singkirkan dan bersihkan tumpahan material yang jatuh berceceran di badan jalan umum.

Delapan personel Satlantas Polres Simeulue itu, yang turun langsung bersihkan tumpahan material yang berceceran di badan jalan umum itu, yang diduga berasal dan jatuhdari atas truck bermuatan tanah dan kerikil untuk kepentingan konsumen.

Turun langsung pembersihan tumpahan material jenis tanah  di badan jalan umum‎ itu, dijelaskan Kapolres Simeulue AKBP Pandji Santoso melalui Kasatlantas Iptu Satria Pribadi, S.Sos, yang memimpin langsung operasi pembersihan selama 3 jam, Selasa (4/1).

‎”Tiga jam, kita bersihkan material yang tumpah di badan jalan, sebab bila tidak cepat di singkirkan tumpahan itu, sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas”, katanya kepada harianrakyataceh.com, di dampingi Aipda Indra Maulana,SH, Kanit Reg Ident Satlantas Polres Simeulue.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya belum menerapkan sanksi, masih sebatas sosialisasi kepada driver dan pemilik truck‎, serta merincikan  muatan tidak melebihi dari batas ketinggian bak truck, serta muatannya harus di tutup serta uji layak truck.

“Untuk sementara, kita sosialisasikan dulu kepada driver dan pemilik trcuk. Nanti disusul penerapan sanksi‎, seharusnya muatan tidak bisa melebihi bak truck dan harus ditutup dengan terpal muatannya, kemudian kir uji layak truck”, tegasnya.



‎Sementara pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, juga turun menggeral pengechekan serta menelusuri perusahaan angkutan jenis truck tersebut, yang kemudian akan melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan pengangkut material.

“‎Alhamdulillah, anggota LLAJ sudah saya arahkan ke lapangan untuk pengecekan dan telusuri perusahaan angkutan untuk kita Surati. Dan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 60 tahun 2019, angkutan barang harus patuhi persyaratan yang berlaku‎”, kata Mulyawan Rohas Kadishub Kabupaten Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Selasa (4/1).

‎Upaya dan reaksi cepat Satlantas Polres Simeulue dan Dishub setempat untuk menjamin keselamatan pelintas di jalan umum itu, mendapat apresiasi dan dukungan dari Poni Harjo dan Ugek Farlian, Anggota DPRK Simeulue, disampaikan kepada harianrakyataceh.com, Selasa (4/1).

“Ini yang sangat kita banggakan dan sangat kita dukung dengan respon cepat dari Polres Simeulue yang turun langsung membersihkan jalan akibat tumpahan material dari atas truck, untuk menyelamatkan warga yang melintas. Serta Dishub harus memberikan sanksi kepada pelaku penyebab tumpahan material di jalan umum itu dan kita juga bakal minta penjelasan dari mereka”, kata keduanya.

‎Sebelumnya harianrakyataceh.com, menerbitkan berita terkait tumpahan material timbunan dan kerusakan jalan umum di Kabupaten Simeulue, salah satu penyebab ancaman yang membahayakan kesehatan dan keselamatan yang dikeluhkan para pelintas‎.

Tumpahan material timbunan yang diduga berasal dari angkutan jenis truck yang melintas bermuatan material jenis tanah dan kerikil, sehingga bila sedang musim cuaca panas menghasilkan debu, dan saat musim hujan menyebabkan licin permukaan badan jalan.‎

Selain berserakannya material tanah dan kerikil dari angkutan truck bermuatan material tanah dan kerikil itu untuk kepentingan pesanan konsumen itu, juga kerusakan pada permukaan badan ruas jalan, menjadi salah satu faktor yang membahayakan keselamatan pelintas pengguna jalan umum.

Hal itu dijelaskan, Irwansyah (33) warga Kecamatan Teupah Selatan, yang setiap harinya melintasi ruas jalan umum ‎yang menghubungkan ke Kecamatan Simeulue Timur, kepada harianrakyataceh.com, Senin (3/1).

“Banyak material timbunan yang jatuh dan berserakan ke jalan dari atas truk pengangkut, setiap hari saya melintasi ruas jalan kawasan jalan umum itu, saat cuaca kemarau ‎banyak debu sangat membahayakan kesehatan dan saat musim hujan jalannya sangat licin dan rusak, sangat membahayakan keselamatan kita yang melewatinya”, katanya.



Irwansyah menjelaskan, jalan umum yang dilintasinya setiap hari itu, merupakan daerah kawasan pegunungan, sehingga tumpahan material timbunan jenis tanah, saat sedang musim hujan permukaan badan jalan menjadi sangat licin, harus ekstra hati-hati disebabkan bila lengah akan tergelincir jatuh ke jurang.

Irwansyah menambahkan dan mengaku menyaksikan, banyak truck yang sedang bermuatan material timbunan dan melintasi kawasan jalan umum, tidak menutup permukaan bak ‎truck, sehingga material muatan jenis tanah dan kerikil jatuh ke badan jalan umum.‎



“Ada truck yang bermuatan timbunan itu dan melaju di jalan umum tidak menutup bak nya, sehingga muatan tanah dan pasir atau krikil banyak jatuh ke jalan. Sebaiknya pihak terkait perlu harus melakukan penertiban, jangan nanti setelah ada korban baru ada tanggapan, ini kesannya pembiaran sehingga membahayakan kesehatan dan keselamatan pelintas”, imbuhnya.

Disebutkan, tumpahan material timbunan diatas permukaan badan ruas jalan itu, terjadi di sejumlah titik lokasi akses jalur utama dilintasi warga, yang menghasilkan debu yang terhirup pelintas dan saat musim kemarau dan licin saat musim penghujan.



“Bila seseorang menghirup langsung debu, ‎‎itu tergantung sensitivitas sel mast yang akan mengaktivasi histamin keluar sebagai penyebab batuk dan pilek dan ‎ada yang kurang dari 24 jam. Juga ada type delay lebih dari 72 jam‎, baru ada gejala batuk dan pilek”, kata dr Farhan Dirut RSUD Simeulue, kepada harianrakyataceh.com, Senin (3/1). (ahi).