PLN Padamkan Listrik Di Sejumlah Lokasi Banjir Di Aceh thumbnail

PLN Padamkan Listrik Di Sejumlah Lokasi Banjir Di Aceh

Diposting pada

Banda Aceh (ANTARA) – Manager PLN Pelaksana Pelayanan Pelanggan Lhokseumawe, Muhammad Haiqal, mengatakan pihaknya melakukan pemadaman listrik di sejumlah kawasan banjir di Aceh Utara dalam upaya menjaga keselamatan bersama apabila rumah warga terendam dan jaringan listrik PLN terendam.

“PLN akan memulihkan listrik di lokasi banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik,” kata M Haiqal.

Ia menjelaskan untuk saat ini, PLN melakukan siaga dibeberapa posko tersebar di wilayah Kerja UP3 Lhokseumawe dan saat ini terdapat beberapa wilayah kerja terdampak yaitu Lhoksukon dan Panton Labu.

Pihaknya juga terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak cuaca ekstrim terjadi dan pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Langsa Andi Seno Hendriatmoko di Aceh Timur menyatakan pihaknya juga memadamkan sebanyak 57 gardu di Kabupaten Aceh Timur menyusul banjir yang melanda kawasan itu akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Sebanyak 57 gardu listrik masih dipadamkan di sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Timur dan sementara yang lainnya telah dinormal,” katanya.

Andi Seno menjelaskan gardu yang dipadamkan tersebut meliputi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Idi tersebar di Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, di mana gardu di wilayah tersebut tiangnya patah. 

“Kendaraan pemasangan tiang belum bisa melewati wilayah tersebut karena masih terendam banjir,” katanya.

Kemudian di Kecamatan Pantai Bidari terdapat 14 gardu, Kecamatan Birem Bayeun, 12 gardu, Kecamatan Rantau Seulamat sebanyak 27 gardu dan Kecamatan Simpang Jernih ada satu gardu.

“Saat ini kami terus memantau kondisi di lapangan, jika kondisi sudah normal dan banjir juga sudah surut maka seluruh gardu yang dipadamkan akan dihidupkan kembali,” kata Andi Seno Hendriatmoko.